Review Wahana RSU Karel Sadsuitubun

Review Wahana RSU Karel Sadsuitubun

Review Wahana  Internsip Maluku Tengara

RSU Karel Sadsuitubun

Puskesmas Ohoijang Watdek

Periode 2, (Mei-Februari)

.

a)Periode kami, merupakan periode yang dikhususkan untuk penangan covid, dan terbagi menjadi 2 tim di awal mulai internsip.
b)Kami berjumlah 7 orang, 4 orang awal di Puskesmas, 3 di RS

.

RS

 Stase hanya di IGD saja 3 shift dan kalau habis jaga malam besoknya libur. Jam jaganya
a)8 pagi – 2 siang
b)2 siang – 8 malam
c)8 malam – 8 pagi
 Saat  menerima  pasien di igd  kita  diizinkan  tangani  pasien  dari  awal  sampai  akhir  kalo  sudah  dipercaya  dokter  organik, tapi tetap diawasi dokter organik karena isip tidak diperkenankan konsul pasien ke dpjp
 Visite atau ikut OK dengan spesialis bisa tapi harus aktif cari spesialis
 Setiap hari senin evaluasi dengan pembimbing dan melakukan visite bersama di pagi hari
 Yang dinas pagi wajib ikut apel jam 8
 Tugas kami masing masing isip mencari 3 kasus dan 1 di presentasikan
 Dokter  organik  beberapa  baik  dan  suka  mengajar, tapi  ada juga yang memanfaatkan  kehadiran  isip, tergantung  pendekatan masing masing isip 😉
 Pembimbing RS sangat  baik, tapi  sering  meruba-rubah  keputusan (contoh: dokter  organik  protes  mengenai  jadwal  mereka berdampak di jadwal jaga isip) sehingga terkadang jadi menyusahkan internsip juga dalam jadwal jaga dan lain lain.
 Perawat di sini terampil dan  kebanyakan friendly, tapi ada  beberapa juga yang malas 😅  Pokoknya semua tindakan dikerjakan perawat  mulai  dari  pasang  infus, kateter  urin, ngt, jahit  luka, dll. Kalau  mau  belajar  bisa  bilang  ke  perawat  atau  kalau  mau tindakan sendiri tinggal bilang saja.
 Kami tidak  mendapat  tanda  tangan  surat  spmt yang mana menyatakan  bertugas  dalam  penanganan covid-19 di RS, intinya untuk   mengurus   surat-surat  tentang   keuangan   sangat   susah di sini, padahal kami periode yang dikhususkan   untuk penanganan  covid, ingat  ya  isip  bertugas di triage IGD jadi di cerna  dan  pelajari  sendiri  aja  ya  surat yang ada  tentang pencairan insentif, apa bertugas di igd berhak dapat insentif atau tidak (surat terlampir) 😉

.

PKM

 Bukan puskesmas rawat inap jadi pulangnya jam 12 siang, stase santai 😂
 Karena dalam masa pandemi isip bertugas di poli, KIA, atau ugd, posyandu, penyuluhan, dll. Dapat giliran juga tiap minggunya gantian ke poskesdes desa, jaraknya gak terlalu jauh
 Hari sabtu isip gantian jaga puskesmas karena puskesmas libur
 Pasien bervariasi karena pandemi covid, mulai dari 10-50
 Di puskesmas  isip  bebas  mau  ambil  tindakan  mulai  dari  pasang  implan, bedah minor, hecting, ambil  partus  dll. Nanti diajakarkan bidan, perawat atau pembimbing, kalau bisa mandiri dipersilahkan
 Orang-orang puskesmas sangat friendly, sangat menghargai dokter isip
 Pembimbing sangat baik, menganggap isipnya sebagai adik-adiknya bukan junior
 Nah di puskesmas juga tidak mendapat tanda tangan spmt tentang penugasan menangani covid, awalnya sudah mau di tanda tangan, tapi karena RS tidak ditanda tangani, puskesmas juga tidak jadi tanda tangan.
 Dalam hal penangan covid 19, isip melakukan promotif preventif. Mini pro juga tentang covid-19
 Seluruh  puskesmas di malra  tidak  melakukan 3T (termasuk  pusksesmas kami), karena  katanya  sih  ada  tim  sendiri yang dari dinas kesehatan

.

Fasilitas:

 Isip  dapat  rumah  dinas, yang cewek di rumah  dinas  internsip  bersama 1 org dokter  organik  cewek (Ada AC tiap  kamar). Yang cowok  tinggal  sama  dokter  organik  cowok juga karena  rumah  isip  tidak  cukup (jumlah  periode  ini  terlalu  banyak  jadi yang cowok mengalah). Biasanya semua isip 1 rumah kalau jumlah isip sedikit seperti periode sebelumnya
 Jarak rumah dinas ke RS tinggal ngesot 😂 kalau ke puskesmas sekitar 100 meter
 Kami dapat BBH dari  pusat 3.6 jt, insenda 3.5 jt dipotong  pajak, di puskesmas  nanti dapat  uang program yang nantinya turun di akhir penugasan (tidak tau berapa jumlahnya karena kami belum turun)
 Untuk  insenda  tahun  depan  tidak  dijanjikan  masih 3.5 jt  karena  dapat info di bulan  desember  ini  pemda  mengalami  defisit anggaran untuk dokter dari 15m jadi 9m

.

Kebutuhan dan lain-lain

a)Biaya  hidup  disini  cukup  mahal, makan  bervariasi 15-60k, bervariasi  harus  pintar  pintar  cari  tempat  makan. Kalau  mau  jauh hemat, mau menabung masak sendiri beli di pasar.
b)Untuk air mandi biasanya telepon tukang isi ulang air harga 60k. Rumah dinas cowok bertahan 5-7 hari, kalau cewek 3-5 hari
c)Harga ojek 5k-10k tergantung jauh dekat
d)Disini ada tempat gym, ada gota (pasar swalayan yang gede kayak hyper mart, multi mart dll)
e)Tempat liburan outdoor jangan di tanya, kalau mau yang pantai ya di kei kecil, kalau yang air terjun dll di kei besar

.

Kesimpulan

Enak tidaknya wahana, bisa nabung atau tidak tergantung diri masing-masing 😉

.

Share ke Sejawat Lain