2,311 total views

Internship periode September 2018 – September 2019

1.RS Bangli Medika Canti, Bangli, Kab. Bangli, Bali
2.Puskesmas Kintamani V, Songan, Kab. Bangli, Bali

Periode kami terdapat 12 dokter internship, dibagi dalam 3 stase yaitu IGD, Poli-Rawat Inap, dan Puskesmas

.

Stase Rumah Sakit

1.Lokasi
 Kurang lebih 1 jam dari Denpasar,
 TIDAK ADA transportasi umum dari Denpasar – Bangli, sebaiknya membawa kendaraan pribadi
 Di Bangli hiburan minim (ada kafe), tapi main ke Denpasar, Ubud, Kuta ga jauh kok asal ada kendaraan
2.Rumah dinas
 Tidak ada, kos ada beberapa, yang bagus harga tidak sampai 1.5 juta per bulan.
 Bisa juga mencari kos di kota yang lebih besar seperti Gianyar (20 menit dari Bangli)
3.Biaya hidup
 5000 bisa dapat nasi bungkus yang bikin kenyang.
 Secara umum cukup terjangkau.
4.Insentif / jasa pelayanan : Dijanjikan namun belum tahu besarannya (dirapel)
5.Lingkungan
 MAYORITAS masyarakat lumayan menghargai dokter, harus tetap hati-hati dalam menghadapi pasien.
 Secara umum nyaman menghadapi pasien di sini.
6.Lingkungan kerja
 Perawat menghargai dokter dan tidak mengintervensi terapi dokter.
 Dokter jaga senior memberi kebebasan untuk memberi terapi sendiri (bila memang sudah dipercaya, bisa ditinggal juga selama beberapa waktu sendirian di IGD).
 Dokter spesialis secara umum baik dan mau mengajar internship, sangat bisa diajak berdiskusi dan mengobrol.
 Kadang ada drama juga sih tapi jarang kok.
7.Kelengkapan RS
 RS tingkat C, pasiennya rame karena rujukan selalu ke sini dulu sebelum ke RSUD Bangli (tingkat B)
 Dokter spesialis ada Sp.PD, Sp.A, Sp.OG, Sp.B (ada konsultan vaskular dan digestif), Sp.THT-KL, Sp.S, Sp.KJ, Sp.JP, Sp.KK, Sp.M, lumayan lengkap sih.
 Tidak ada CT scan (biasa dirujuk ke Gianyar)
8.Bikin 5 case report, presentasi wajib 1x untuk setiap iship selama stase RS
9.IDI di sini lagi suka bikin acara seminar dan iship bakal kerja jadi panitia seminar.

1. Stase IGD

 Jadwal jaga fleksibel atur sendiri gimana enaknya, mau santai bisa, mau kerja keras tapi banyak libur bisa.
 Dokter senior (kalau sudah percaya) bisa melepas untuk terapi sendiri.
 Pasien sangat bervariasi, 1 shift bisa 30 pasien. Kalau ada yang perlu dirujuk iship akan ikut naik ambulans.
 Kalau ada partus di sini dokter jaga yang nangkep, iship bisa dikasi juga kok.

.

2. Stase Poli-Rawat Inap

 4 orang dibagi jadi 2 pasangan, 2 di poli, 2 di rawat inap, rolling setiap 2 minggu
 1 pasangan dibagi jadi 2 shift, pagi dan sore
 Jadwal bisa tuker sih sekali2 kalau perlu libur tapi gabisa libur sepanjang di IGD
 Di ruangan jadi MOD, bisa konsul ke dokter senior di IGD bila bingung
 Di poli kerjaannya ikut poli spesialis, boleh pilih poli mana tapi diuatamakan yang 4 besar (interna, bedah, PD, anak).
 Di dalem antara cuman observer atau bantu tulis resep.
 Kadang ada beberapa spesialis yang kasi PF kalo khas (dan kalau hubungan baik).

.

Stase Puskesmas

1.Lokasi
 Songan itu deket sama Danau Batur, kurleb 1 jam dari Kota Bangli.
 Ada DAMRI dari terminal kota Bangli ke Puskesmas, 5000 sekali jalan
 Daerah yang terpencil dan masih agak terbelakang tapi pemandangannya cukup spektakuler.
 DINGIN, malam di musim hujan bisa mencapai 12 derajat.
 Deket sama pemandian air panas, banyak kafe di Kintamani.
2.Rumah Dinas
 Ada, tapi kondisi mohon dimaklumi saja.
 Banyak yang gamau tidur disana dan lebih suka PP dari dan ke Bangli, lagian ada DAMRI gausah nyetir.
3.Biaya hidup : Makan disini lebih mahal dari di Bangli (karena terpencil)
4.Insentif / Jasa Pelayanan : Dapat 500k per bulan tapi tidak menentu, bisa turun naik sesuai kapitasi
5.Kalau ngerujuk naik ambulans dapet extra juga
6.Lingkungan
 Masyarakat karakter keras jadi harus sangat sabar
 Dan banyak yang gabisa bahasa Indonesia tapi ada perawat dan bidan buat translate
7.Lingkungan Kerja
 Perawat dan bidan bisa diajak bekerja sama.
 Kalau jaga tidak ada dokter senior jadi semua lakukan terapi sendiri.
8.Kelengkapan
 Puskesmas Rawat Inap dengan IGD 24 jam
 EKG ga ada, nebu ga ada, obat suka ga lengkap…dimaklumkan saja.
 Obat dasar biasa selalu ada kok dan kadang perawat ada yang bawa obat juga.
9.Kegiatan
 Sekali jaga IGD 24 jam
 1 minggu dibagi, dokter definitif jaga 3 hari, iship 4 hari. Aturlah sesuai mau kalian sendiri bagaimana enaknya.
 Saat kami sih 1 orang jaga full 4 hari nya itu lalu libur seminggu.
 Yang tidak jaga IGD maka jaga di BP atau KIA, kalau ada program seperti posyandu ato penyuluhan ikut.
 Desa nya ada yang dekat ada yang jauh, jalanannya suka curam dan sulit dilintasi mobil.
 Jangan bawa motor matik, selalu pake helm, dan kalau ga yakin mending nebeng perawat atau bidannya saja.
10.Mini pro nya masing2 bikin sendiri namun bisa cari yang topiknya mirip atau subjeknya beda biar gampang.

.

Kesimpulan:

1.Wahana ini direkomendasikan bagi yang ingin belajar ilmu (oh iya ada banyak simposium karena dekat dengan FK unud) dan belajar sabar menghadapi pasien unik
2.Kalau ingin nabung kurang direkomendasikan karena pendapatan tidak banyak dan godaan di Bali besar (bisa cari extra jaga di Kuta sih, risiko ditanggung sendiri)
3.Intinya bawa kendaraan pribadi biar bisa kemana2 soalnya Bangli meskipun dekat Denpasar tapi ga ada transportasi umum

Share ke Sejawat Lain 

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on twitter
error: Content is Protected !!