1,068 total views

Review Wahana RS Siti Khodijah

Jl. Raya Bebekan, Bebekan, Kec. Taman, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur

Internsip November 2020

.

Wahana

1.RS Siti Khodijah
2.Puskesmas Taman dan Sukodono

.

Profil Kesehatan

1.Penyakit terbanyak:
 RS : trauma KLL, CVA, ACS, DM dan semua komplikasinya, TB, yang lain semua ada dalam proporsi kurang lebih sama
 PKM : ISPA, arthritis atau cekot-cekot dengan keluhan serupa lainnya, penyakit degeneratif
2.Penyakit endemik: hepatitis A/B, dengue.

.

Kegiatan

1. RS

 Durasi 8 bulan (4 bulan rawat inap, 4 bulan IGD)
 Jam kerja : berdasarkan shift pagi (P) jam 7-14, sore (S) 14-21, malam (M) 21-7
 satu kali siklus hitungannya 4 hari masuk 2 hari libur dengan pola SSMMLL,tidak ada jaga pagi, tapi demi libur lebih panjang kelompok iship kami memutuskan jaga panjang yaitu shift sore lanjut malam jadi 2 hari masuk 4 hari libur.
 Sekali shift jaga ada 2 orang. Tugasnya keliling seluruh bangsal menayakan pasien masuk baru dan visit pasien khusus yg merupakan titipan dr perawatnya. Biasanya yang dititip adalah pasien dengan kondisi jelek atau pasien rewel. Pasien titipan di anamnesis dan PF ulang, teliti semua riwayatnya kemudian kalau ada emergency segera ditindak, semua yang diresepkan atau dilakukan dalam emergency hukumnya halal dilakukan iship.
 Jika memang pasien kondisinya ternyata cukup atau ada keluhan baru dan menurut kita perlu ada tindak lanjut atau perubahan terapi, harus konsul DPJP yaitu dokter spesialisnya.
 Ada buku khusus, semua pasien titipan dicatat di buku itu lengkap dari anamnesis sampai terapi. Kita juga resepin obat2 pasien rawat inap sesuai advis DPJP dan isi administrasi macam edukasi pasien kritis dan segala macam pelengkap status.
 Total ada 7 yg harus di visit:
1.VIP dan kelas I bangsal arofah (isinya rata2 pasien IPD, cardio, neuro, pulmo, anak)
2.kelas II bangsal shofa marwah (isolasi, IPD, cardio,neuro, pulmo)
3.kelas III bangsal multazam ( isolasi, IPD, cardio,neuro, pulmo)
4.bangsal ismail (khusus anak)
5.bangsal mina (khusus bedah)
6.bangsal obsgyn/ VK
7.ICU
 Jumlah kamar dan pasiennya banyak, setiap hari hampir selalu penuh, mirip RSUT banyaknya (bukan bangunan atau suasananya). untuk keliling semua bangsal tersebut cuma butuh waktu rata2 2 jam (jika tidak ada yang aneh2) karena biasanya dibagi 2 langsung bareng temen jaga.
 Jika ada pasien rewel atau jelek sejelek2nya sampai 4-5 jam. Kalau sudah keliling biasanya kita stand by di kamar jaga, nanti kalau ada kenapa2 sama perawat ruangan ditelpon.
 Kalau gw karena tiap jaga jelek mulu ya bisa ditelpon sepanjang malam ec. Code blue berantai.
 Karena ini rumah sakit swasta harus sabar kalau menghadapi pasien, kadang ya visit pasien cuma untuk edukasi dan ngobrol sama keluarganya (keluarganya yg minta). Tebar senyuman selalu.
 Ada laporan jaga cuma occasionally aja tergantung pembimbing iship. Shift rawat inap tidak presentasi kasus tapi wajib hadir presentasi kasus kelompok IGD.
 Bisa tukeran jaga sama temen untuk ambil libur panjang (gw bisa umroh waktu ranap), dan temen gw ada yg jalan2 ke eropa sampe 3 kali wcwcw… asalkan ya pinter2 tukeran jaganya dan jangan ada yg kosong.
 suasana kerja nyaman karena perawatnya kooperatif, kecuali bangsal kelas III (seperti biasanya kesejahteraan menentukan mood) walaupun kerja perawatnya di bangsal kelas II dan III agak lelet (karena pasiennya bnyak juga sih). Perawat di ICU pinter2, jadi ga seserem itu waktu jaga ICU sendiri.
 Kamar jaga ada kasur, sofa, wifi, TV, AC, toilet, cuma ga dapet makan aja kecuali Ramadhan.
 Bangsal hampir selalu penuh tapi yang perlu di visit bergantung titipan pasien dari perawat tidak ada dokter umum di bangsal. Sepenuhnya tanggung jawab iship
  (IGD) sekali siklus terdiri dari 4 hari masuk 2 hari libur dengan pola awal PPSMLL, namun karena kelompok kecil gw pengen libur lebih banyak jadi awalnya sempet jaga panjang P-S,L,P-M,L,L,L tapi kemudian di protes sama HRD katanya kalau IGD ga boleh begitu jadinya polanya bikin 2 skilus PPMMLLSSPPLL, kenapa dimodifikasi? Demi libur 2 harinya ga kepotong dengan setelah jaga malam. (entah lo paham apa ga, ya udah dimengerti aja, waktu iship juga bakal ngerti). Atau kalau mau jaga panjang dengan tukeran sendiri masih bisa, tapi diem2 aja. Jika shift pagi yang jaga 2 orang sisa shift lainnya 1 orang.
 IGD dibagi ada triase dan bagian IGD benerannya. Ada dokter umum organiknya 2 orang (satu di IGD, satu di triase) tapi dokter umum yang di triase hanya ada ketika shift pagi dan sore. Jika shift malam dijadikan satu dengan IGD.
 IGDnya selalu ramai, ada 11 bed dengan turnover yang cepet. Kita kerja seperti dokter, ya terima pasien dari awal primary survey anamnesis, PF dan tatalaksana sendiri semuanya untuk kasus yg biasa. Kalau kasus yang agak gimana biasanya kita ngasih tau diagnosis dn rencana terapi ke dokter umum organiknya, ntar klo doi setuju ya tinggal lanjut. Pokoknya selesaikan semuanya sampai status pasien juga beres.
 Pasien yang mau dirawat inap bakal dikonsulkan k DPJP oleh dokter umum organiknya, krn rata2 ga mau dikonsulin sama iship (padahal kan sama aja, assesmentnya juga isihip yg isi huft)
 Ada presentasi kasus untuk iship biasanya kita selesaikan dalam 2 bulan awal. Ada round table discussion atau acara RS lainnya yg sesekali aja.. klo dirata2 mungkin 1-2 kali sebulan.
 Menurut gw rotasi paling enak saat di IGD, kasusnya bervariasi kayak IGD RSUT tapi ga busuk banget kayak disana, ya ga tumpah-tumpah macam pasar gitu karena swasta ya semua gercep.
 Perawatnya juga kooperatif, tinggal dibilang pasien ini rencananya diapain ntar mereka udah ngerti langsung dikerjakan. Beda dengan rawat inap, istirahat cuma sempet makan dan solat itupun gantian.
 Waktu rotasi gw dokter organic IGDnya baik2 dan pinter2, jadi kerjanya juga enak teamworknya. Tapi rotasi sebelum gw katanya beda dokter dan ada yg ga enak, ya tergantung rejeki masing-masing.
 Jumlah pasien Sekali shift rata-rata 40-60 pasien, kalau lo busuk ya sampe 80 pasien.
 Karena pasiennya cukup banyak dengan turnover cepet, kita biasanya pegang pasien masing-masing tapi dikomunikasikan ke dokter umumnya.
 Untuk IGDnya fair sih, kita dokter bukan koas.
 Kecuali sama dokter umum yang di triase ketika shift pagi suka ngilang dan akhirnya kita harus mengcover sesekali.

2. PKM

 Pembagian : satu kelompok kecil iship (6 orang) akan dibagi ke puskesmas taman (4 orang), sukodono(2 orang). Gw di puskesmas taman.
 Durasi  : 4 bulan
 Jam kerja : jam 7-14, jaga sore jam 14-21
 seminggu 6 hari kerja dengan 7 jam/hari. Jadwalnya di rotasi dari layanan umum, lansia, UKM, dan jaga sore(IGD). Begitu terus rotasi seterusnya.
 Di poli lansia dan layanan umum kita kayak di poli seperti biasanya. Tapi karena loketnya tutup jam 12 siang jadi ishipnya sih pulang jam 12 rata2. Kalau jadwal
 UKM hampir selalu di luar puskesmas tergantung jdwal pelaksana program. Biasanya kita mencari tau h-1 jadwal UKM besoknya apa, kemudian ya udah ikutin program dari penanggung jawab program. Waktu rotasi gw banyak jadwal screening ksehatan, imunisasi sekolah, dan penyuluhan.
 Untuk jaga sore, kita jaga IGD puskesmas sendirian dan termasuk menerima konsul dari bangsal dan VK. Waktu shift sore, satu gedung lo dokternya sendirian ya jadi wajib siap menerima semua pasien.
 Sekali selama dipuskesmas akan ada presentasi kasus dan jangan lupa ada mini project. Ditempat gw 1 minipro dikerjain 2 orang. Kalau preskasnya masing-masing orang.
 suasana kerja menurut gw ini adalah rotasi paling ga enak. Perawatnya kompetensinya dibawah rata-rata, jadi bener2 ga tau harus ngapain tanpa instruksi dari lo. Terus ya suka bergosip dan termasuk kita juga digosipin.
 Kehidupan di poli umum atau lansia bagi gw sih sangat membosankan, literally ga berenti duduk dan menghadapi pasien dari awal sampai akhir.
 Kehidupan di IGD agak annoying, karena udah lo sendirian dengan pasien tumpah ruwah, lo masih harus nerima konsul dari bangsal dan VK, jadi bolak balik kemana2.
 Kalau UKM sih ya pelipur lara cari suasana.
 rata-rata jumlah pasien per hari pasien di poli umum, lansia, dan IGD sampai rata2 100 pasien setiap kali shift, kasus di IGD rata2 hijau dengan 20% kuning, kalau merah udah langsung rujuk aja.
 Kalau di poli pagi kan setidaknya lo ga sendirian ngerjain pasiennya, karena ada temen atau dokter umumnya, kalau di IGD bener2 sendiri ting ting dan bolak balik terima konsul. Makanya annoying berasa sapi perah. iv. pembagian tugas dengan dokter umum
 Dokter umum yang di poli umum suka cabutan, akan sering ditinggal sendirian. Mereka bener2 bergantung sama iship. Suka cuti seenak jidat, datang dan pergi juga ga jelas. Ngelus dada aja kalau ga sampai satu jam dokter umum duduk di poli abis itu ntah ilang kemana.
 Dokter umum yang paling baik cuma yg poli lansia. Datang dan pulang tepat waktu, tapi karena udah beranak dan anaknya kecil2, kalau anaknya sakit brarti doi ga masuk. Kebetulan pas gw anaknya sampe pernah dirawt, udah puyeng kalau bgtu. Jadi jangan lupa doakan anak beliau sehat walafiat.

.

Fasilitas Kesehatan

1. RS

 Dokter pendamping : biasa aja
 Poli : kita ga stase poli waktu di RS
 Spesialis : hampir semua spesialis ada, RSnya dalah swasta tipe B. banyak konsulen unair yg juga nyambi di RS ini. Direkturnya kepala departemen neuro unair. Jadi kalau mau masuk unair dan cari rekom bisa di RS ini.
 VK : ada
 OK : ada, bisa asistensi
 Ketersediaan obat : availabilitas obat: lengkap
 Ambulans : ada
 Tenaga kesehatan : cukup
 Fasilitas rujukan : langsung ke DR Soetomo atau RSUD Sidoarjo jika kondisi pembiayaan pasien yg ga BPJS tapi ga berduit, waktu tempuh: 45 menit-1 jam, akses: baik , transportasi : ambulans siaga lancar
 Info tambahan  :
1.temen iship akan banyak banget anak unair bisa hampir setengah grup iship (infonya sih mereka pake jasa klik iship, yg bayar itu looh)sisanya bbrpa dari FK jawa timur (Wjiaya kusuma, hang tuah, muhammadiyah malang, brawijaya) dan berkiblatnya ke unair banget, jangan kaget klo beda sama yg kita pelajari di kampus.
2.Temen iship juga rata2 domisili Surabaya dan sidoarjo. Waktu sihip gw ada 3 orang dari unsyiah Aceh, yg nyasar

.

2. PKM

 Dokter pendamping  : selow banget, pembimbing asliny baik banget.
 Poli  : ruang poli yang ada
 OK  : tidak
 Ketersediaan obat  : terbatas obat puskesmas
 Ambulans  : ada
 Tenaga kesehatan  : tidak
 Fasilitas rujukan : ke RS siti khodijah, 10 menit pake ambulans
 Info tambahan  : ada dokter umum organic yg suka lupa dia bukan pembimbing, tapi suka nyuruh2 iship, dia yg agak annoying karena suka ngelaporin dan ngegosipin kelakuan iship di belakang.

.

Finansial

1.Insentif diluar BHD : jenis insentif : insentif RS dan PKM
2.Jumlah : RS (750rb/bulan), PKM (500rb/bulan)
3.Periode pembayaran : setiap bulan tepat waktu
4.Peluang pendapatan tambahan lain: jaga klinik atau RS, tapi kalau gw enggak yaa.. taat hukum sesuai undang-undang dan cari berkah.

.

Fasilitas Penunjang

1.Rumah dinas : tidak,
2.Alternatif selain rumah dinas : kos. RS gw bener2 terletak di perbatasan sidoarjo- surabaya. Daerah RS banyak pabrik dan rata2 kosan untuk pegawai pabrik atau buruh, jadi RS disekitar kos kurang layak. Kalau ttp mau sih bisa variasi dari 400rb sampai paling mewah 700rb (AC, kamar mandi diluar). Alhasil gw harus ngekos ke daerah yg di Surabaya yaitu di daerah sekitar masjid agung SBY. rata2 harga kosan dg AC, kamar mandi dalam, wifi : 1juta-1,2 juta
3.Kendaraan dinas : tidak
4.Fasilitas lain yang diberikan  : –

.

Akses

1.dari Jakarta ke kota/kab. wahana:
 pesawat turun Juanda, naek bis badara ke terminal bungurasih (20-30 menit harga 25rb) udah sampe di SBY.
 Terminal terletak di deket RS, bisa ngojek atau taxi online.
2.dari wahana ke bandara terdekat: sudah dijelaskan diatas. Keuntungannya dekat dengan juanda.
3.dari tempat tinggal ke RS :
 karena gw kos d daerah SBY, gw biasanya pake jasa online kalo gojek 5rb-6rb sekali jalan dengan lama tempuh 15-20 menit. Gw ga berani naek motor di daerah deket RS karena akses jalan provinsi, banyak truck lewat dengan angka kecelakaan tinggi.
 Kalau naek mobil jarak tempuh 30 menit, suka macet karena daerah deket rel. kalau udah stuck mirip sama jalan diponegoro RSCM.
4.dari tempat tinggal ke PKM  : PKM letaknya deket RS. 5 menit dengan motor, jadi kurang lebih sama.

.

Keseharian

1.Biaya hidup per bulan : 3 jutaan (kosan, makan, ojek online, jajan, jalan2, pulang kampung)
2.Provider sinyal adekuat : 4G dimana2
3.Listrik : stabil,
4.Air : mengalir kapanpun
5.Keamanan : aman
6.Tempat ibadah : daerah dekat masjd agung, depan masjd agung ada gereja, tempat ibadah lain gw kurang tau, tapi karena di kota pasti ada.
7.Makanan : 8-10rb, makanan jawa timuran
8.Hiburan : biasanya ke Surabaya, ngemall. Akan sempet jalan2 selama
9.iship terutama stase ranap, jadi bisa keliling2.

.

Cuti

1.Kesempatan cuti selama internsip : ada, tapi mustahil kalo ranap n IGD Karena temen jaga lo bakal kelabakan klo lo cuti, solusinya tukeran jaga buat numpuk libur. Kecuali lo Selama puskesmas juga sulit ijin karena dokter umum akan nyinyir kalo lo ga masuk, kecuali lo sakit n harus dirawat. Kalau mau ijin seminar cuti di pake waktu puskesmas jatahnya 4 hari selama 1 rotasi (4bulan)
2.Kesempatan cuti melebihi peraturan : tidak
3.Prosedur izin : sulit. Makanya kalau mau libur tukeran jaga sendiri aja ga usah ijin khusus

.

Info lain

1.Temen2 iship gw yg mau masuk unair nyambi magang sama konsulennya. Biasanya mereka ikut poli atau OK dan bantuin ngerjain penelitian. Satu-satunya lulusan UI yang pernah di RS ini cuma gw seorang. Ga pernah ada riwayat jejak UI di RS ini.
2.Spesialis pasti lulusan unair. Jadi udah unairisme bgt pokoknya.

Kesimpulan

Tidak direkomendasikan. Wahana ini tidak direkomendasikan untuk perantau karena daerah tempat tinggal RS yg tidak layak dan kosan harus ke arah SBY, Namun direkomendasikan bagi yang berdomisili di SBY atau Sidoarjo dan mencari rekomendasi untuk masuk unair

Share ke Sejawat Lain 

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on twitter
error: Content is Protected !!