1,287 total views

.

Review wahana RSAL Mintohardjo

Jl. Bendungan Hilir No.17, RT.4/RW.3, Bend. Hilir, Kecamatan Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta

Internsip periode februari 2021

.

Wahana

1.RSAL Mintohardjo
2.Puskesmas Kecamatan Tambora
3.Puskesmas Kelurahan Pekojan II

.

Profil Kesehatan

1.Penyakit terbanyak: ISPA
2.Penyakit endemik: (-)
3.Riwayat bencana / KLB: (-)

.

Kegiatan

1. RS

 Durasi 4 bulan
 Jam kerja 40 jam seminggu
 Di RSAL Mintohardjo, dokter internsip hanya bertugas di UGD saja. Pernah sekali diminta untuk menggantikan dokter jaga bangsal saat lagi jaga IGD, jadi tugasnya merangkap. Waktu itu hanya karena dokter jaga bangsal nya tidak ada. Digaji 600rb minus pajak. Tapi jaga bangsal ini hanya karena kebetulan aja, sebenenrnya kerja kita disini cuma di UGD saja.
 Nah untuk jam kerjanya, 40 jam seminggu. Batch kami membagi jam kerja di UGD menjadi 2 shift dalam 1 minggu, menjadi 24 jam dan 16 jam. Jadi, dalam seminggu kami hanya jaga di rumah sakit 2x, sisa harinya libur. Jam kerja nanti menyesuaikan sesuai kelompoknya sendiri ya. Shift 24 jam dan 16 jam ini pun tentative, bisa berubah tergantung kebijakan kelompok masing-masing.
 Kegiatan sebagai dokter internsip yang dilakukan selain kerja UGD juga ada Dukkes (dukungan kesehatan) dan baksos. Untuk dukkes kadang ada fee tambahan diluar BHD, tapi terkadang tidak ada.
 Di UGD kerjanya dengan dokter umum yang bekerja disana. Kalau weekdays, pagi dari jam 07.00-14.00 WIB kerja dengan 3 dokter umum di UGD. Mulai dari jam 14.00-07.00 kerja dengan 1 dokter.
 Kalau weekend, kerja dengan 1 dokter umum dari jam 07.00-19.00 dan shift malam 19.00- 07.00.
 Ada satu laporan kasus yg harus dikerjakan dan dipresentasikan di depan dokter spesialis dan teman internsip lainnya. Kemarin pembagiaannya dengan dokter penyakit dalam, bedah digestive, anak, orto, bedah vascular, paru, dan urologi.
 suasana kerja: nyaman dan bersahabat. Perawatnya baik, tapi yak arena RS angkatan jadi ada beberapa tata krama yg wajib dilakukan. Pokoknya mulai suatu omongan dengan mohon izin dan akhiri dengan siap
 rata-rata jumlah pasien per hari: 50 pasien
 pembagian tugas dengan dokter umum: kerja sama dengan dokter umumnya, namun dokter insternsip tidak diperbolehkan untuk konsul ke dr spesialis, kecuali dalam keadaan mendesak. Misal dokter umum nya sangat sibuk atau pasien terlalu ramai. Rata-rata yang mengerjakan tindakan di sini itu perawat.

.

2. PKM Kecamatan Tambora

 Durasi 4 bulan
 Jam kerja 07.30-16.00
 dokter internsip dibagi kerjanya, 2 di BPU, 1 di poli CINTTA (IMS dan HIV), 1 di UGD, 1 di MTBS, 1 di PKPR (poli remaja), 1 di PTM (penyakit tidak tidak menular), kadang-kadang kalau hari senin diminta untuk membantu poli kia/kb juga. Kalau di poli MTBS, PKPR, dan PTM setelah jam makan siang polinya tutup. Jadi santai di puskesmas sampai jam pulang.
 Rotasinya kita muter tiap 2 hari biasanya, karena kalau seminggu kelamaan. BPU pasiennya bisa sampe 270 dalam sehari kalau hari senin, tapi kalo santai bisa 120an pasien.
 Di BPU nanti kerjanya ada 4 dokter umum. Ada juga kegiatan BIAS (bulan imunisasi anak sekolah), atau pusling (puskesmas keliling).
 Bisa juga tugas di luar untuk screening kesehatan di sekolah-sekolah.
 suasana kerja; pada umumnya santai, kecuali poli umum/ bpu yang cukup rame.
 rata-rata jumlah pasien per hari: 200 pasien di BPU, 20 pasien di CINTTA, 40 pasien MTBS, 20 pasien PKPR, 50 pasien PTM.
 pembagian tugas dengan dokter umum: merata, dan disini kita sudah bs bekerja menggunakan cap nama kita dan juga merujuk pasien dengan nama kita. Beda sama di RS karena kita tidak bs menggunakan nama kita.

.

3. PKM Kelurahan Pekojan II

 Durasi 4 bulan
 Jam kerja 07.30-16.00
 basically kerjanya sama dengan di puskesmas kecamatan ,tapi disini lebih santai karena yg pasti jumlah pasien lebih sedikit dan fasilitasnya sangat terbatas, jadi kalau ada apa-apa langsung rujuk ke puskesmas kecamatan aja, misalnya kasus IMS, mau cek lab, atau mau EKG. Kita kerjanya di BPU,
 farmasi, dan MTBS. Karena puskesmasnya kecil dan kalau bertujuh kebanyakan, jadi biasanya disebar ke puskesmas kelurahan lain yang
 kekurangan dokter, atau bisa juga diminta untuk tugas luar seperti td halnya di puskesmas kecamatan. Setelah jam 12 semua poli tutup, jadi santai di puskesmas sampai jam pulang.
 suasana kerja: sangat santai
 rata-rata jumlah pasien per hari: 50- 60an
 pembagian tugas dengan dokter umum: jarang ada dokter umumnya

.

Fasilitas Kesehatan

1. RS

 Dokter pendamping : dr. Irma Ferial, agak sedikit cuek dan moody. Tidak banyak berkomunikasi dengan dokter internsipnya.
 Poli : ruang poli yang ada
 Spesialis : spbv, span, spkj, spa,sppd, spp, spjp, spb(k)bd, spu, spm,sptht, spot, spkk, sps, spog, jumlahnya cukup banyak. Dari UI = 1. karakternya mostly friendly tapi mereka jarang berhubungan langsung, dengan internsip, kecuali yg dipilih sebagai pembimbing presentasi kasus
 VK : ada
 OK : ada, bisa asistensi
 Ketersediaan   obat : cukup baik
 Ambulans : ada
 Tenaga kesehatan : cukup
 Fasilitas rujukan : kalau dari ugd jarang merujuk pasien, tapi beberapa yg di bangsal biasanya di rujuk ke RSCM

.

2. PKM kecamatan Tambora

 Dokter pendamping : dr. Nurhayati, sangat perhatian dan keibuan. Sedikit bawel tapi pada dasarnya baik, segala izin bisa dikondisikan asalkan dikomunikasikan dengan baik.
 Poli : poli umum, poli kia kb, poli cintta, poli mata, poli tht, poli pkpr, poli ptm, poli mtbs, poli gizi, poli gigi
 VK : ada
 OK : tidak
 Ketersediaan   obat : standard dinkes
 Ambulans : ada
 Tenaga kesehatan : dokter umumya kurang
 Fasilitas rujukan : paling sering merujuk ke sumber waras atau pelni, tapi kalau darurat bisa merujuk ke rsud tarakan yg jarak tempuhnya lebih dekat sekitar 20 menit dari PKM.

.

3. PKM Kelurahan Pekojan II

 Dokter  pendamping : dr. Dika Isnaini
 Poli : BPU, gigi, mtbs, kia.kb
 VK : tidak
 OK : tidak
 Ketersediaan obat : sama dengan PKM kec
 Ambulans : tidak
 Tenaga kesehatan : tidak cukup, kalau tidak ada dokter internsip pasti sangat kekurangan. Biasanya kalau dokter internsip dinas luar, yg memegang poli mtbs adalah bidan/
 Fasilitas rujukan : pkc tamboram kira-kira 10-15 menit jaraknya

.

Finansial

1.Insentif diluar BHD : tidak ada
2.Jumlah : Rp 3,150,000
3.Periode pembayaran : setiap bulan, biasanya  tepat waktu namun ada  dua kali BHD turun agak terlambat dengan alasan pencairan dana terhambat. Terlambat bisa sampai 10 hari.
4.Peluang pendapatan tambahan lain: tidak ada

.

Fasilitas Penunjang

1.Rumah dinas : tidak
2.Alternatif selain rumah dinas : –
3.Kendaraan dinas :-
4.Fasilitas lain yang diberikan  :-

Internsip DKI tidak mendapatkan fasilitas apapun dari dinas kesehatan

.

Akses

Untuk wahana RSAL Mintohardjo, sebenarnya masuknya dalam wilayah Jakarta pusat, tapi khusus rsal mintohardjo, puskesmas kecamatan dan kelurahannya tidak di Jakarta pusat melainkan di Jakarta barat. Namun, aksesnya cukup mudah karena seperti daerah perbatasan antara Jakarta pusat dengan barat.

.

Keseharian

1.Biaya hidup per bulan : standard ibukota
2.Provider sinyal adekuat : bagus
3.Listrik : stabil
4.Air : baik
5.Keamanan : aman
6.Tempat ibadah : masjid dan mushola ada
7.Makanan : 10-20 rb
8.Hiburan : –

.

Cuti

1.Kesempatan cuti selama internsip : ada banget pas rotasi rumah sakit, apalagi jika diatur seperti shift yg sudah dijelaskan di atas. Libur bisa 10 hari.
2.Kesempatan cuti melebihi peraturan : tidak
3.Prosedur izin : tidak sulit, sesuai prosedur saja. Kalau cuti melebihi jatah izin busa mengajukan cuti ke dinkes, contoh cuti nikah atau melahirkan

.

Info lain

Bisa melakukan penelitian mandiri

Share ke Sejawat Lain 

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on twitter
error: Content is Protected !!