1,624 total views

Review Wahana RSUD Budhi Asih

Jl. Dewi Sartika No.200, RT.1/RW.3, Cawang III, Kec. Kramat jati, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta

Internsip Periode Februari 2021

.

Wahana

1.RSUD Budhi Asih
2.Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo
3.Puskesmas Kelurahan Pekayon

.

Kegiatan

1. RS

 Durasi : variatif
 Jam Kerja : dibagi 3 shift (07.30 s/d 14.00 ; 14.00 s/d 21.00 ; 21.00 s/d 07.30)
 Full di IGD, kecuali kalo nanti keperluan preskas ambil data bisa sampai ke bangsal juga.
 Di awal rotasi nanti diminta presentasi tentang triage dengan narasumber kepala IGD.
 Kegiatan seperti biasa anamnesis dan PF dan tata laksana sesuai keluhan (apakah pemeriksaan penunjang atau tata laksana lainnya). Yang menyulitkan itu kalau di triase hijau untuk pemeriksaan penunjangnya terbatas hanya terkait H2TL (Hb, Ht, leukosit, trombosit) dan GDS saja tidak bisa lebih daripada itu (even Urin Lengkap). Kalau kepepet mau periksa itu (curiga ISK dd/ apendisitis akut) minta izin sama dokter umumnya aja. Alasan kenapa begitu adalah karena klaim BPJS.
 Iship umumnya kerja di triase hijau, kecuali rotasi sore nanti bisa di triase kuning (nyelip merah sih bisa sambil bantu dokter umumnya).
 Kasus triase hijau variatif dari semacam paronikia kecil sampai kasus yang seharusnya di triase merah tapi karena KUnya baikbaik aja bisa masuk ke hijau (pernah dapet kasus NSTEMI di triase hijau).
 Kalau sudah masuk kasus-kasus di triase hijau yang seharusnya masuk ke kuning atau merah lapor saja ke dokter IGD di dalem. Kalau ada yang bingung (bingung kasus karena ga yakin atau emang lupa aja diagnosisnya atau bingung sama protap penatalaksanaan kasus di Budhi Asih), tanya aja sama dokter umum di sana, baik baik kok.
 Rata-rata 30-40 pasien per shift (kurang lebih 100 pasien per hari). Biasanya setengahnya di triase hijau sisanya kuning / merah / tindakan. Kalau hoki bias dapet 20an pasien aja sampai triase kuning sempet pernah kosong sama sekali ga ada pasien, kalo apes ya bisa 50 / 60 pasien sampe pasien nungguin di depan pintu pemeriksaan dokter (padahal baru 15 menit nunggu)
 Secara detail, dalam 1 hari pelayanan, akan ada 4 iship yang tugas (1 di pagi, 2 di sore, 1 di malem). 2 di sore karena pasien sore biasanya yang paling banyak (atau biasa aja cuma muncul serangan banyak pasien menjelang malam). Kalau pagi sama malam di triase hijau,
 kalo sore dibagi 2, 1 di kuning 1 di hijau. Tugasnya sama sama saja sebenernya, intinya anam PF lab yang sesuai dan tata laksana (kalau kuning ya tatalaksana awal). Namun untuk pasien kuning atau pasien hijau yang berpotensi ke kuning (terutama yang membingungkan) biasanya dikonsultasikan kepada dokter umum yang ada. Kalau dokter umumnya juga bingung, biasanya akan konsultasi ke dokter spesialis, either by phone or WA.
 Iship ga dibolehin kepala IGD untuk melakukan konsul ke spesialis karena pengalaman dulu sering banyak keluhan dari dokter spesialis kalo iship yang konsul.
 Biasanya, 30 menit menjelang selesai shift, iship bikin laporan jumlah pasien yang datang di shift itu, biasanya minta ke bagian admin untuk datanya. Nanti bikin laporan pakai laptop punya IGD. Kalau sudah bikin kasih aja ke dokter umumnya nanti dokter umumnya yang koreksi atau lengkapi.

.

2. PKM

 Durasi : 8 jam per hari (Senin-Jumat)
 Jam Kerja : 07.30 s/d 16.00 (Senin-Kamis); 07.30 s/d 16.30 (Jumat)
 Kegiatan harian PKC pada umumnya adalah isi poli menghadapi kasus-kasus primer, seperti bapildem (batuk pilek demam) biasa. Tapi tidak menutup kemungkinan dapat kasus kegawatdaruratan semacam Supraventricular Tachycardia stabil ataupun tidak stabil (di poli 24 jam ada mesin EKG btw). Dan di PKC ada AED juga. Jadi kalau menemukan kasus yang memiliki indikasi defibrilasi (bukan kardioversi), silahkan gunakan AED (tapi dokter umum di sana pada ga pake sih).
 Di sini bisa puas mengerjakan kasus emergency atau kasus semacam vulnus punctum, vulnus laceratum yang perlu 15 jahitan. Pernah sekali dapet kasus CKS susp. fraktur basis cranii tapi datengnya ke puskesmas, dan ada juga sekali kasus STEMI, nanti bakal sekalian latihan juga konsul rujukan. Cuma mayoritas (banget) ya kasus semacam ISPA sih (kalo data puskes bilangnya kasus ISPA di PKM sampe 70 persen dari keseluruhan kasus) Sementara kalau PKL diprioritaskan adalah UKM (posyandu, posbindu, imunisasi, penyuluhan, PSN, dll), walaupun di PKL nanti isi poli BPU + MTBS + TB paru juga.
 Kalau beruntung, nanti juga bisa bantu surveillance untuk kasus kematian warga kelurahan yang meninggal di rumah. Kegiatannya seperti alloanamnesis terkait kronologi kejadian untuk mengetahui penyebab langsung, penyebab antara, dan penyebab dasar kematian. Untuk pemeriksaan lebih fokus ke tanda pasti dan tidak pasti kematian. Belajar ilmu forensik lagi ya.
 1 lagi, terkait mini project di sini sifatnya individual dan topik ditentukan oleh kapuskes. Tapi untuk petugas terkait topik minipro sangat kooperatif dan baik. Jadi silahkan kerja sama dengan baik dengan mereka.
 PKC : aman aman saja, rata-rata dokter umum atau perawat atau petugas terkait bisa diajak ngobrol-ngobrol (untuk bahas ilmu ga direkomendasikan sih)
 PKL : termasuk aman juga, petugasnya baik baik semua. Yang perlu diketahui adalah kapuskesnya yang disiplin sama rajin jaga kebersihan. Tapi bukan big deal buat iship juga kok.
 PKC : total kurang lebih 200 pasien per hari. Deskripsi menyusul, PKL : kurang lebih 30-50 pasien per hari (BPU + MTBS)
 PKC : BPU (80-120 pasien per hari dibagi 3/4 dokter), MTBS (sekitar 20- 40 pasien per hari dibagi 2 dokter), KIA (40-70 pasien per hari; khusus imunisasi di hari Rabu biasanya 50 pasien per hari, bagi 2/3 sama bidan), PKPR (10 pasien per hari sendirian), Prolanis (70 pasien per hari bagi 2 dokter), Lansia (30 pasien per hari bagi 2 dokter), 24 Jam (bisa sampai 70 pasien per hari bagi 2 dokter), Permata (IMS), Berlian (Jiwa; baru ada setelah penulis pindah rotasi)

.

Fasilitas Kesehatan

1. RS

a)Dokter Pendamping : SpPD, biasa pegang poli HD, selama rotasi jarang ketemu kecuali kalau mau preskas.
b)Poli : [Iship tidak pegang poli]
c)Spesialis : karena kelas B, spesialis rata-rata ada tapi yang konsultan tidak ada
d)VK : [Iship tidak pegang VK]
e)OK : [Iship tidak pegang OK]
f)Ketersediaan Obat : lengkap
g)Ambulans : ada
h)Fasilitas Rujukan : biasanya RSCM kalau sudah kasus kanker / RS tipe A lain
i)Info Tambahan : selama rotasi nanti bisa berinteraksi dengan yang terkait IGD, semacam petugas lab, satpam, petugas radiologi. Ada koas bedah Trisakti juga dan koas pre-internsip UI juga.

.

2. PKM

a)Dokter Pendamping : dokter umum
b)Poli : deskripsi sudah ada
c)Spesialis : tidak ada
d)VK : ada, iship tidak pegang VK namun bisa cari kasus di sana
e)OK : tidak ada
f)Ketersediaan Obat : standar faskes primer
g)Ambulans : ada, bisa dipakai untuk merujuk, supir ada
h)Fasilitas Rujukan : RSUD Pasar Rebo, RSUK Ciracas, RS Adhyaksa, RS Kramat Jati (3 terakhir untuk kasus gawat darurat yang ringan semacam DHF grade 1)

.

Finansial

1.Insentif di luar BHD  : seminar gratis. Info menunggu kabar pendamping
2.Jumlah : –
3.Periode pembayaran : –
4.Peluang pendapatan tambahan lain : di luar urusan iship palingan, seperti jaga klinik (resiko ditanggung sendiri) atau ngajar PADI (cie)

.

Fasilitas Penunjang

1.Rumah dinas : tidak ada
2.Alternatif selain rumah dinas : kos di sekitar PKM atau RS ada
3.Kendaraan dinas : tidak ada
4.Peluang mendapatkan tambahan lain : tidak

.

Akses

1.Dari Jakarta ke kota / kab. Wahana : Jalan Dewi Sartika 200, Cawang, Kramat Jati, Jaktim
2.Dari wahana ke bandara terdekat : Halim / Soekarno-Hatta. You know the direction la
3.Dari tempat tinggal ke RS : transportasi online as usual, atau naik angkot juga nyampe
4.Dari tempat tinggal ke PKM  :
 transportasi online kalo memungkinkan, soalnya lokasi daerah sana selain itu ribet kalo naik kendaraan umum yang selain bajaj atau taksi.
 Kalau kereta paling memungkinkan ya yang arah depok. Parkiran cukup terbatas sih
 kalau mau ada yang bawa mending nebeng rame-rame daripada sendiri-sendiri nanti 1 puskesmas pada ribet.

.

Keseharian

1.Biaya hidup per bulan : 1,5 s/d 2 juta per bulan
2.Provider sinyal adekuat : aman
3.Listrik : aman
4.Air : aman
5.Keamanan  : aman
6.Tempat Ibadah : aman
7.Makanan : aman. Di RS disediakan makanan
8.Hiburan : Pasar Rebo ga ada hiburan. Di RS dekat kemanamana

.

Cuti

1.Kesempatan cuti selama internsip : standar sesuai peraturan
2.Kesempatan cuti melebihi peraturan : bisa, tapi prmlmng abis itu
3.Prosedur izin : bilang pembimbing sudah cukup + surat tertulis

.

Info lain

 Penelitian mandiri bisa dilakukan di sini dengan menggunakan data di Puskesmas Pasar Rebo.
 Tidak bisa dilakukan di Budhi Asih karena status Budhi Asih yang sebenarnya bukan RS pendidikan (penulis sudah menanyakan langsung ke bagian diklat)

.

Share ke Sejawat Lain 

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on twitter
error: Content is Protected !!