1,814 total views

Daerah : Fakfak papua barat

– RSUD Fakfak (8 Bulan)

– Puskesmas Fakfak kota (4 Bulan)

– Periode September 2017 – September 2018

.

.

.

Gambaran Umum

1.Yg saat ini iship 5 orang
2.Setiap stase di RS diisi 1 org iship. UGD 1 iship, bangsal interna/anak/obgyn/bedah masing2 1 iship.
3.Iship ada yg di PKM, ada yg di RS.
4.Karena kami 5 org, jadi dibagi 3 tim, yaitu 2 – 2 – 1, dirolling antara RS dan PKM tiap 4 bulan. Totalnya tetap 4 Bulan PKM, dan 8 bulan RS.
5.Ini dilakukan agar RS dan PKM tetap ada tambahan iship selama setahun full (walaupun personil ishipnya terganti2).

.

KETERANGAN:

1.Fasilitas :
2.rumdis
 ada, pas depan kamar jenazah. Jadi yg dinas di RS tdk keluar biaya transportasi.
 Tidak ada air PAM di rumah dinas, jadi kita sambung selang dari kantor dinkes ke rumdis.
 PAM jalan sekitar 4 – 5 hari sekali dan setiap air ngalir kita wajib ngecek ke dinkes utk nyambungin selang.
 Tapi belum tentu rumdis ini iship selanjutnya akan dapat, soalnya ini merupakan rumdis rebutan dgn pihak2 lain.
3.Motor dinas ada 1.
4.Insentif daerah :
 1,2jt/bulan di PKM, dan sudah pasti dapat selama di PKM.
 1jt/bulan di RS dan belum tentu dapat. (Kami saat ini sudah hampir selesai iship, namun Insenda selama di RS sama sekali blm dapat, kejelasan nya sangat blur).
5.Uang jaga :
 di RS 20rb/jam, pemberian dirapel, waktunya tidak menentu.
 di PKM 30rb/jam, pemberian dirapel/1 tahun, namun pasti akan diberitahukan bila sudah cair dananya.
6.BPJS :
 kata pihak RS dapat, namun belum jelas juga. Jumlahnya sekitar 500-700rb/bulan (kalau dapat).
 Di PKM sekitar kurang lebih 1jt/bulan (tergantung jumlah pasien), dirapel berdasarkan kapan cairnya dana BPJS, pasti dapat.
7.Akses jalan menuju wahana PKM bisa menggunakan angkot atau ojek (bagi yg nggak kedapatan kendaraan dinas) dengan biaya 10000 dari rumdis ke PKM.
8.Biaya hidup
 Makan > 20.000
 Kalau mau masak dapat lebih irit.

.

RUMAH SAKIT

Dinas.

1.Wajib masuk dinas,
 Senin – Kamis (08.00 – 14.00).
 Jumat (08.00-11.00)
 Sabtu (08.00 – 13.00).
2.Bila stase dinas di UGD lgsung standby seperti biasa di UGD.
3.Ada 1 dokter kontrak yg ditempatkan di UGD, jadi dinas UGD berdua dgn dokter UGDnya.
4.Namun dokter kontrak hanya sampai Desember 2018, selanjutnya saat dinas UGD pun tetap sendirian bila tdk ada lagi dokter kontrak lainnya.
5.Stase dinas dibangsal langsung visite pasien. Dinas bangsal dibagi Interna, anak, bedah dan Obgyn. Jadi visite pasiennya berdasarkan bagian yg dipegang saja.
6.Dinas bangsal pun kadang disuruh mengisi poli bila dokter spesialisnya berhalangan, jadi visitenya harus lebih pagi lagi biar tdk keteteran. Jadwal dinas d tentukan pembimbing di RS.

.

Jaga UGD RS.

 P1 (jaga siang)
 P2 (jaga malam)
 Senin – Kamis, P1 (14.00 – 22.00), P2 (22.00 – 08.00).
 Jumat P1 (11.00 – 21.00), P2 (21.00 – 08.00).
 Sabtu P1 (13.00 – 21.00), P2 (21.00 – 08.00).
 Minggu / Tanggal Merah, P1 (08.00 – 20.00), P2 (20.00 – 08.00).
 Jaga UGD utk semua iship yg di RS (baik yg sedang stase dinas di UGD maupun bangsal).
 Jaga UGDnya sendiri. Awalnya tandem berdua dgn iship lainnya sekitar 2 minggu, selanjutnya jaga sendiri, tanggung jawab sendiri.
 Jadwal jaga UGD dibuat oleh dr. Pembimbing di RS, dipastikan jumlahnya banyak dlm 1 bulan (10 – 15 jaga dalam sebulan), karena kekurangan dokter umum dan ada beberapa dokter umum di RS yg menolak jaga di UGD.
 Saat ini ada 2 dokter kontrak di RS yg jaga di UGD. Namun masa kerjanya selesai bulan Desember 2018. Jadi setelah itu jadwal jaga para iship bisa lebih padat lagi jika tidak ada tambahan dokter kontrak lainnya.
 Jaga UGD biasanya banyak pasien dan melelahkan, karena merupakan RS satu-satunya di fakfak, merupakan rujukan dari berbagai desa dan pulau sekitar fakfak dan sering juga ada rujukan dari Kaimana.
 Saat jaga UGD, semua pasien yang dikonsulkan dari bangsal perawatan dan ICU, dokter jaga UGD yg menangani.

.

Tambahan :

1.RS tipe C.
2.ada ruang ICU, namun alat tidak terlalu memadai.
3.rawat inap ada bangsal pria, bangsal wanita, bangsal anak, bangsal nifas, kelas, dan vip.
4.Kita sebagai dokter inship langsung dikasih menangani pasien tanpa didampingi oleh pembimbing
5.pasien sering masuk lewat IGD baik yg rawat jalan maupun rawat inap. pasien yg tdk urgensi (batuk, pilek, dispepsia, kontrol hipertensi) kerap dtg ke UGD utk minta obat karena tdk mau antri di poli, seringnya marah2 bila ditolak di ugd.
6.spesialis ada interna, bedah, anak, anastesi, obsgyn, radiologi dan patologi klinik.
7.perawat ugd kadang ada yg merasa sprti dokter dan kdg ngobatin sndiri. Pungli di ugd maupun bangsal msh biasa terjadi.
8.banyak perawat yang skill agak kurang (krn RS msh memperkerjakan tenaga yg blm ada STR dan kerjanya males2)
9.obat2 stok terbatas dan sering habis. Jadi pintar2 saja menggunakan obat2 yg ada.
10.Tidak ada morning report di RS, sehingga setiap ada kasus/masalah di rumah sakit, tidak dibahas bersama seluruh konsulen utk dijadikan evaluasi dan pembelajaran, tetapi iship cenderung disalahkan.
11.Rata2 spesialisnya baik hati dan pernah ada yg ngajak iship jalan2 ke pulau utk liburan, namun kembali lagi terkendala dgn jadwal jaga.
12.masyarakat banyak yang percaya dan ramah pada dokter
13.perawat dan petugas ramah, selalu menyapa dokter dan sigap jika dimintai bantuan.
14.terkadang ada masyarakat atau pejabat membuat masalah di ugd dan terkadang melaporkan iship ke manajemen RS.
15.Insentif dan BPJS dari manajemen RS bisa dipotong bahkan tidak dibayarkan jika tidak rutin ditagih. Rutin ditagih pun yg diberi hanyalah janji2 saja.

.

PUSKESMAS

 Puskesmas tidak rawat inap namun ada igd 24 jam dan ruang bersalin yang aktif menerima pasien setiap hari.
 Dinas senin- sabtu, dengan jam dinas seperti pada umumnya (08.00 – 14.00), kecuali hari jumat.
 Saat dinas isi poli di PKM. Ada poli Umum, Poli MTBS, dan Poli Lansia. Jadwal poli biasanya di rolling tiap iship berdasarkan jadwal dari pembimbing di PKM, namun sering nya iship dapat di poli Umum.
 Kasus standar layanan primer. Namun pasien sangat banyak.
 Jaga IGD puskesmas.
 Pagi (08.00 – 14.00)
 utk hari minggu dan tanggal merah.
1.Siang (14.00 – 21.00),
2.Malam (21.00 – 08.00).
 Jaga sendirian, didampingi 2 perawat.
 Pegawai PKMnya baik2.
 BPJS, insentif dan uang jaga di PKM sifatnya jelas dan pasti. Dinas luar (posyandu, UKS) dapet sangu 100rb sekali jalan.
 Santai tapi pasien banyak, terlalu banyak mengerjakan program dan kerjaan puskesmas termasuk jaga jadi mini project ditelantarkan.
 Tidak enaknya yaitu kurang bimbingan dari dokter pendamping.

.

KESIMPULAN

1.Yg jelas karna tidak ada kegiatan ilmiah jadi kurang update selama di fakfak.
2.Secara keseluruhan, iship di wahana ini bagaikan dokter PTT yg ditempatkan di kota dan diberi beban kerja segunung serta tanggung jawab yg lebih berat.
3.Rencana liburan sambil iship harus dipendam dalam, karena jarangnya dapat hari libur.

Share ke Sejawat Lain 

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on twitter
error: Content is Protected !!