736 total views

RSUD Kabupaten Mamuju

PKM Binanga

Mamuju, Sulawesi Barat

Periode Mei 2019 – Mei 2020

.

Gambaran Umum

1.Mamuju merupakan ibukota provinsi Sulawesi Barat, karena masih provinsi baru jadi kotanya masih sangat jauh dari kemacetan. Kotanya dekat gunung dan dekat laut. Udara disini cukup panas.
2.Disini ada 1 mall dan kemana2 sudah ada grab tetapi tidak ada kendaraan umum (pete2).
3.Untuk wahana RS dan PKM letaknya di tengah kota dan berdekatan.
4.Akses ke Mamuju :
 berangkat dari Makassar bisa via darat maupun udara.
 Dari bandara ke pusat kota Mamuju sekitaran 30-45menit.
 Ke Makassar via udara, penerbangan sekitaran 30 menit.
 Kalau via darat (naik sleeper bus) sekitaran 9-10jam.
5.Biaya hidup: standar. Harga makanan relatif murah. Sekitaran 15rb sdh bisa kenyang.
6.Periode kami hanya 10 org dri kuota 9 orang karena ada 1 orang tambahan dari dispensasi.

.

Fasilitas RS :

1.Rumah dinas:
 ada rumah dinas di lingkungan RS tapi diperuntukan untuk residen sehingga kami sempat berpindah-pindah rumdis yang kosong (jika residen ada rumah di Mamuju atau residen sedang tidak ada).
 Rumah dinas diperuntukan untuk residen ber kamar AC, ada dapur dan WC.
 Saat ini ada salah satu teman juga ada yang tinggal di ruang perawatan karena rumah dinas residen tidak cukup luas jika ditempati bersama residen.
 Ada rumah dinas yang baru kosong karena konsulen pindah ke rumah pribadi tetapi kondisi tidak layak huni.
 Dijanjikan untuk perbaikan tetapi kurang jelas bagaimana.
 Untuk tempat tinggal SEJAK AWAL SELALU DIUSAHAKAN, hanya keadaannya seperti yang tertulis diatas.
2.Kendaraan dinas:
 Dijanjikan motor diawal tetapi hingga akhir tidak ada kendaraan dinas,
 kami meminjam kendaraan dinas residen (jika diizinkan) atau kendaraan perawat IGD.
3.Insenda : Tidak ada
4.Jaspel :
 Ada jasa pasien umum dan BPJS selama stase IGD dan ruangan.
 Jasa pasien umum sekitaran 100-400an/bulan, jasa BPJS sekitaran 800an-1jtan/bulan.
 Total perbulan berkisar 1jt-1,5jt (kadang kurang lebih tergantung banyaknya pasien) tapi lambat diterima karena tergantung pencairan BPJS.
 Total jasa yang diterima jumlahnya berbeda tergantung jumlah pasien.

.

Stase IGD (RS)

 Jadwal jaga pembimbing yang atur.
 Jaga dalam 1 minggu 4shift (3 shift pagi/sore dan 1 shift malam).
 Jam kerja
1.07.00-14.00,
2.14.00-21.00,
3.21.00-07.00.
 Minggu pertama dan kedua masuk, orientasi dulu, masuk shift pagi jaga 3-4org+1DU.
 Minggu ke 3 dan 4 jaga 2org + 1DU.
 Masuk bulan ke-2, isip jaga 1org+1DU sampai akhir stase.
 Tugas isip terima pasien, anamnesis, PF, PP, terapi (kalau masih ragu bisa tanya ke DU), konsul pasien kadang isip yg konsul, kadang DU.
 Tersedia kamar jaga dokter dengan AC bareng dengan DU (jika DU dan iship lawan jenis disediakan ruang terpisah ada AC atau bisa bareng di ruang perawat)
 DU beserta perawat baik2 dan sangat menghargai isip.
 Perawat terampil dan cekatan.
 Pasien /shift <20, kadang hanya 3 pasien. Variasi kasus sedikit.
 Untuk PP laboratorium tersedia DR (yg lain2 seperti fungsi hati, fungsi ginjal harus instruksi spesialis), USG, Rontgen (jika ada residen radiologi).
 Sp saraf dan jantung tidak ada di RSUD jadi terkadang tidak langsung dirujuk ke RS tetangga(tergantung keputusan SpPD).
 Jaga IGD jg diminta untuk menangani keluhan pasien di bangsal karna tidak ada dokter jaga bangsal(diatas jam 14.00- 7.00) , tapi keluhan dari ruangan tidak selalu ada tiap shift (biasanya jika ada pasien meninggal).
 Pembimbing IGD tegas tapi baik, sering diajak makan. Kalau ada keperluan sehingga harus minta izin, boleh melapor supaya jadwal jaganya diatur.

.

Stase Ruangan (RS)

 Sekelompok stase 3-4 org jadi tidak ada jaga malam.
 Jam kerja mulai 08.00-14.00. Ada 7 stase (ponek dan bangsal obsgyn, bedah, interna, anak, VIP, NICU, ICU), dirolling tiap 1 minggu.
 Jadwal diatur pembimbing.
 Kerja isip di perawatan tulis follow up dan menemani konsulen visite. Atau kadang menggantikan konsulen visite kalau konsulen lagi keluar kota.
 Di perawatan bedah dan ICU boleh ikut operasi dgn konsulen.
 Di ponek bisa menolong partus.
 Dokter spesialisnya baik-baik, mau berbagi ilmu, dan menghargai isip. Lapor pasien rata-rata lewat WA, atau telpon karna ada beberapa konsulen yg lambat balas WA.
 Buat 5 laporan kasus, hanya 1 yang akan dipresentasikan di akhir stase di depan komite medik dan staff RS.
 Pembimbing sangat baik. Kalau minta izin juga dimudahkan.

.

Stase PKM

1.Fasilitas PKM
 Rumah dinas: Untuk di puskesmas ada rumah dinas baru operasi 1 tahun, tidak ber-AC dengan 3 kamar, WC dan dapur, kondisi nyaman dan lokasi di komplek PKM.
 Kendaraan dinas : tidak ada
 Insenda : tidak ada
 Jaspel : ada kapitasi BPJS sekitar 1,3jt/bulan, bisa lebih bisa kurang tergantung jumlah pasien dan total kehadiran tiap isip dan uang program kesmas tergantung jumlah program yg diikuti dan kemudahan akses tempatnya.
2.Jam kerja Senin – Kamis 07.30-13.30, Jumat 07.30-11.00, Sabtu 07.30-12.30.
3.Dianjurkan untuk ikut apel pagi dan siang.
4.Disini dibagi 3 stase. Poli, UGD dan lapangan. Jadwal kami yang atur sendiri.
5.Tugas minipro hanya buat 1kasus/tim. Dibacakan didepan pembimbing, kapus, dan dokter PKM.
6.Proses perijinan dimudahkan baik kapus maupun PKM, tetapi setiap izin hanya boleh 1 orang yg pergi sisanya tetap pelayanan.
7.Lapangan: ada penyuluhan PTM di posbindu, penyuluhan UKS, puskel, pengobatan di Pos UKK, dll. Puskel 2-3x/bulan. Pengobatan juga 2-3x/bulan. Tiap hari Jumat ada senam prolanis.
8.Poli:
 disini ada 2 poli, poli umum dan poli prioritas (pasien balita, lansia dan KIA). Ada 1 orng DU untuk masing2 poli.
 Isip hanya mengisi poli umum. Kecuali DU di poli prioritas sedang keluar, isip stase IGD merangkap poli prioritas.
 Pasien >100orng/hari. Jadi masing2 dokter bisa menangani 30-50orng/hari.
 Kasusnya bervariasi, dari kasus yg sering sampai kasus yg jarang.
 Karena PKM di tengah kota, pasien datang kadang sudah dengan diagnosisnya sendiri atau ngotot minta rujukan ke poli spesialis.
 Ini yg sedikit membuat iship bahkan dokter umumnya lelah karena harus edukasi yg baik bahkan sering beradu mulut dengan pasien. Untuk pemeriksaan lab dan obat-obatan sangat terbatas.

.

9.IGD:
 jumlah pasien bervariasi. Di hari2 tertentu, pasien bisa mencapai 20 orang. Paling sedikit 3-5 orang/hari.
 Karena jarak PKM dan RSUD cuma sekitar 5 menit, sebagian besar pasien gawat darurat lebih memilih ke IGD RSUD. Sehingga pasien di IGD PKM biasanya hanya pasien2 rawat luka (ulkus DM atau post op).
 Perawat terampil sehingga tidak menyusahkan dokter. Jadi walaupun pasien sedang banyak, kerja tetap santai.
 Shift IGD hanya pagi hari, kalau ada pasien yg perlu penanganan konsultasi via telp atau perawat langsung merujuk ke IGD RS, tapi jika keadaan darurat biasanya tetap harus datang ke IGD.
 Tidak ada rawat inap, belum tahu kedepannya bagaimana.
 Kapus, dokter, perawat/bidan, dan staf, semuanya ramah2 dan menghargai isip.
 Saat kami menulis operan ini 1 DU puskesmas sedang cuti karena program kehamilan sehingga tersisa 1 DU.
 Saat tidak dinas lapangan, iship lapangan mengisi IGD dan iship IGD mengisi poli yang ditinggalkan DU yang sedang cuti.

.

Tempat hiburan:

1.Ada mall dengan cinepolis, anjungan pantai.
2.Ada juga pulau karampuang yg terkenal dengan keindahan bawah lautnya.
3.Kalau lagi musim buah, disini bisa makan durian, langsat, dan rambutan sampai bosan. Ada petugas RS yang jualan durian kalau musim, bisa beli harga miring.
4.Jalan2 ke pegunungan Mamasa +- 3-5jam perjalanan, Majene +- 2-3 jam, Polewali +-4-5 jam.
5.Wisata laut berlimpah bisa nanti dioperkan saat sampai di TKP.

.

Sosial Budaya:

1.Untuk iship asal dari Sulsel, kondisi kurang lebih sama dengan di Sulsel.
2.Untuk yang berasal dari Jawa (tersesat karena wahana ini masuk pemilihan regional Jawa) mungkin terjadi culture shock yang cukup terasa karena perbedaan budaya disini lumayan jauh dengan di Jawa jadi harap maklum dan cepat beradaptasi.
3.Bahasa yang dipakai bervariatif sekali karena sangat beragam orang pendatang. Untuk pegawai RS cukup menghargai Iship.

.

INFORMASI PENTING

1.Sejawat perlu waspada dengan lingkungan sekitar yang tergolong kurang aman, karena ada kejadian pencurian saat kami akan pindahan ke rumah dinas yang lain (seperti tertulis diatas, kami sering berpindah rumah dinas meski masih di lingkup RS).
2.Hingga saat ini pihak manajemen belum menindaklanjuti kejadian tersebut walaupun sudah dikomunikasikan, sehingga kami harus mengurus sendiri kejadian ke polisi dll.
3.Kami khawatir jika hal ini tidak dikomunikasikan, akan terulang kembali kejadian yang sama dan rumah dinas kembali dimasuki orang tidak dikenal sehingga bukan hanya barang yang hilang namun sampai terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pada diri sejawat.

.

Kesimpulan :

1.Wahana ini direkomendasikan untuk yang ingin kerja santai, lingkungan kerja yang menghargai isip sebagai dokter (BUKAN KOAS), dan juga tetap punya uang tambahan yang secukupnya.
2.Fasilitas cukup, tetapi masalah keamanan lingkungan memang harus menjadi perhatian lebih disini.
3.Wahana ini lebih direkomendasikan bagi sejawat yang memiliki tempat tinggal atau kerabat di kota Mamuju dan memiliki kendaraan pribadi yang bisa di bawa ke sini.

Share ke Sejawat Lain 

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on twitter
error: Content is Protected !!