168 total views

Review Wahana RSUD LEWOLEBA

Jl.Trans lembata No.1, Lewoleba Tim., Kec. Nubatukan, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur

Internsip periode Maret 2021-November 2021

.

Wahana

1.RSUD Lewoleba
2.Puskesmas Lewoleba

.

Overview singkat:

 Kalau kalian orang yang berani lakuin tantangan baru di daerah Timur Indonesia, Lewoleba-Lembata bisa jadi opsi menarik buat kalian.
 Lewoleba bertempat di pulau Lembata, yang baru pemekaran daerah dari wilayah Flores Timur tahun 1999.
 Sebagai 1 pulau yang sepenuhnya dikelilingin banyak pantai dan pegunungan, disini cocok bagi yang petualangan alam.
 Satu yang cuma ada disini: proses misa penangkapan paus yang sangat sakral nilai budaya dan agama.

.

Deskripsi situasi RS tempat internship

 Lokasi RSUD terletak di batas kota Lewoleba, bila internship tinggal di rumah dinas di Lewoleba Tengah maka perlu kendaraan ke sana karena jaraknya lumayan. (Naik motor kurang lebih 10 menit)
 RSUD Lewoleba memiliki 1 spesialis penyakit dalam, 2 spesialis obgyn, 1 spesialis anak, untuk bagian bedah terkadang ada pgds atau residen bedah dari Unud yang bergantian setiap 2 bulan.

.

Untuk jobdesc keseharian :

 Jam dinas pagi mulai pk 08.00
 Internship diperbolehkan SOAP pasien dan melapor sesuai ketentuan masing-masing DPJP. Setelah itu dapat mengikuti kegiatan visite, poli, dan kegiatan di OK.
 Asistensi di OK diizinkan sesuai masing-masing DPJP. Tindakan seperti hecting, tolong partus juga diperkenankan.
 Internship juga ditugaskan membuat laporan kasus per stase, iship akan melakukan rotasi ke 4 stase yaitu Interna, Bedah, Obgyn, Anak.
 Lama rotasi bergantung lamanya di Rumah Sakit, bila hanya 3 bulan maka akan rotasi per 3 minggu per stase.
 Setelah itu iship juga diwajibkan untuk jaga malam, ketentuan jaga malam nanti bergantung hasil diskusi dengan pembimbing, bisa 1x/minggu agar tidak melebihi jam kerja.
 Jaga mulai pk 14.00 sampai 08.00 pagi esoknya dilanjutkan dengan kegiatan pelayanan harian. Jam kerja pelayanan hingga pk 14.00 atau bila sudah selesai visite, iship diperkenankan untuk mengikuti kegiatan di atas jam pelayanan sesuai dengan peminatan masing-masing.
 Post jaga tidak lepas untuk libur. Jaga malam bersama dengan dokter PTT.
 Dokter mendapatkan makanan dari RS saat jaga, juga dengan indomilk sachet 2, milo 1 sachet, mie sedap.
 Laporan kasus dipresentasikan sebelum pindah ke puskesmas atau penutupan iship, presentasi menggunakan proyektor atau laptop dengan janjian terlebih dahulu dengan DPJP. Lalu setiap senin pagi ada apel mulai pk 07.30, iship bila sempat ikut setidaknya 1x, tapi tidak ada kewajiban.
 Kasus cukup bervariatif, jumlah pasien berkurang semenjak covid. Bila dinas masuk ke ruang isolasi, mendapat APD berupa hazmat suit, face shield, handscoen steril, goggle, N95, surgical mask.

.

DPJP:

1.Anak : dr. Rosalia Th. B., Sp.A (Pendamping RS)
2.Obgyn :
 dr. M.F. Ina Tukan, Sp.OG (Pendamping RS)
 dr. Y.R. Sunur, Sp.OG
3.Interna : dr. Arundina S., Sp.PD
4.Bedah :
 PGDS
 Residen
5.Anestesi : Residen

.

Deskripsi situasi Puskesmas tempat internship

 Lokasi: di tengah kota, cukup strategis, dekat dengan pasar ( 5 menit dengan motor) pantai & pelabuhan (5-10 menit dengan motor, jalan kaki 20-30 menit, bisa sering-sering main ke pantai Harnus kalo lagi suntuk), toko untuk beli kebutuhan sehari- hari ( 5 menit dengan motor), ke gereja & masjid (5-10 menit dengan motor), ke bandara (15 menit dengan motor), ke RS lumayan jauh, 20-30 menit dengan motor.
 Jumlah DU definitif per 2021: 3 orang (dokter Susan-dr PNS paling senior di lembata, rencana pensiun akhir tahun 2022, dr Yanti, dr PNS & Pendamping iship, dr Priska-dr PTT) tapi kini mungkin ada perubahan.Tugas dokship sebenarnya ini tergantung jumlah dokshipnya ya, karena kemarin kami hanya ber4, jadwal putaran berikut gambaran kalau ber4)

.

Poli rawat jalan, KIA-KB, MTBS & UGD-VK-Ranap.

 Peralihan putaran setiap Rabu (atau tergantung kesepakatan bersama. Enak sih peralihan jaga di Rabu, karena bentar lagi weekend, jadi kerasa g terlalu lama, hehehhe).
 Mekanisme jaga kita agak beda dari wahana lain ya.. Jadi yg sedang jaga UGD, jaganya 7×24 jam. Hari Minggu full jaga on call kecuali ada pasien ranap harus di visite dulu. Ramai/tidaknya pasien UGD-VK tergantung amal- bakti masing-masing dokship, bisa ramai banget kalau lagi bau, bisa bener-bener g ada pasien kalau lagi wangi😅.
 Jam dan pelayanan poli rawat jalan, MTBS, KIA, KB, poli GV
1.Senin- Kamis pkl 09.00-14.00 WITA, pendaftaran tutup pkl 11.00 ( biasanya kita pulang setelah pasien habis, sering pulang sebelum pkl 14.00 WITA) paling ramai hari Senin-Selasa.
2.Jumat-Sabtu pkl 09.00-13.00 WITA, pendaftaran tutup pkl 10.00 (Jumat-Sabtu karena pendaftaran tutup lebih cepat, biasanya pasien lebih dikit, kadang pkl. 12.00 udah selesai)
 Kasus tersering: HT, DM, OA, LBP, ISPA, DHF, impetigo, miliaria, rawat luka DM & kontrol luka post hecting di UGD, ambil rujukan ke RSUD. Di poli nanti berdua sama DUnya, tapi megang poli masing-masing, jadi anamnesis, pemeriksaan fisik, resepin sampai KIE, bebas mandiri.
 Tugas utama dokship: poli umum, KIA-KB, MTBS. Poli GV kakak2nya udah jago2 rawat luka, justru kita banyak belajar ke kakak-kakaknya. Kalau butuh resep, kakaknya akan konsul ke dokter yg lagi tugas di poli umum atau MTBS. Di KIA periksa bumil seperti biasa termasuk skrinning lab dll, resepim obat. Poli KB g selalu ada pasien. Nitip aja ke kakaknya, kalau ada pasien minta panggil di poli KIA, bisa minta diajari insersi & aff implan, konsultasi KB.

.

Jam pelayanaan UGD & VK (24 jam)

 Yg lagi bagian UGD merangkap VK & Rawat Inap. (Informasi terbaru per Maret 2022, Pkm Lewoleba sudah tidak ada ranap yaa, jadi jaga UGD & VK 24 jam aja).
 Jaganya berdua dengan 1 DU, jadi kalau butuh konsul, konsulnya ke DU partner jaga kita.
 Jam kerja sesuai poli, setelah jam pelayanan poli jaga on call. Biasanya kakak perawat yg jaga akan kontak via WA kalau ada pasien, jadi yg sedang jaga harus stand by. Kakak-kakaknya pasti kontak dokship duluan karena rumah kita paling dekat. Kalau ada pasien gawat kadang kakaknya telepon. Ga semua pasien kita mesti datang ke UGD, tapi kalau datang lebih baik lagi, hehehehe. Tergantung penilaian masing-masing sih pasien mana yg mau turun ke UGD. Pasien yg tidak gawat darurat juga sering datang ke UGD (batuk-pilek, dispepsia, demam hari pertama, dll), pasien-pasien seperti ini boleh diresepin via WA. Kakak-kakaknya lumayan bisa anamnesis & pemeriksaan fisik (misal rhonki, wheezing) jadi lumayan terbantu. Kalau mau belajar hecting, bilang aja ke kakaknya, kalau ada pasien butuh hecting panggil aja, karena kakak-kakaknya udah jago, kadang pasiennya udah di hecting, baru konsul minta resep. Tapi kalau lukanya besar atau ada bone expose dll kakak-kakaknya pasti konsul dulu.
 VK sama kayak UGD mekanismenya, kita g harus selalu nolong partus, tapi kakaknya pasti kabari tiap ada pasien baru. Kalau tertarik OBGYN bisa banget nitip ke kakaknya buat dikabari kalau ada pasien baru atau kalau dah bukaan lengkap.

.

Mekanisme rujukan dari UGD & VK:

 Buat surat rujukan rangkap 3, lalu telepon ke dokter jaga RSUD atau RS lain yg dituju (RS Bukit & RS Damian).
 Khusus RSUD, boleh dirujuk setelah Acc dokter jaga (jarang ditolak sih) .
 Khusus pasien OBGYN, harus telepon ke dr SpOG yg lagi jaga.

.

Minipro:

 sebenernya temanya bebas sesuai kita, tapii karena selarang lagi pengen nangani stunting, bagus banget kalau minipronya tentang stunting, hehehe.
 Minipronya dibuat bareng-bareng, bukan masing-kasing, jadi sebisa mungkin buat yg benar & baik. Libatin kakak2 pemegang program terkait, mereka mau banget bantu.
 Terjun ke lapangan boleh banget, kakak-kakaknya siap bantu & masyarakat antusias banget. Asal kita mau kerja, semua orang mau banget bantu ( tapi ingat approach kita juga harus baik yaa)

.

Beban & lingkungan kerja:

 beban kerja subyektif & tergantung jumlah pasien. Tapi overall beban kerjanya sedang. Di sini kita bener-bener dihargai sebagai dokter,
 DUnya membimbing banget tapi tetep dibiarkan kita mandiri juga, enak diajak berdiskusi pasien.
 Kakak-kakak perawat & bidan-bidan sangat menghargai instruksi kita dan baik banget, kalau lagi senggang atau g ada pasien sering-seringlah bercengkerama (hehehe) dengan mereka karena mereka baik-baik banget, seru juga diajak cerita & bercanda. Pas jam istirahat kakak-kakaknya sering bawa bekal (pisang goreng/rebus, singgkong rebus + sambal) & dokshipnya sering diajak bareng. Jangan sungkan-sungkan join ya, mereka senang banget kalau kita mau gabung.
 Kalau di luar jam kerja mereka perlakukan kita sebagai anak/teman, jadi pintar-pintarlah bangun komunikasi. Kalau relasi baik, tentu kerjanya lebih enak, dannnn…
 Buat yg dari luar Flores nih, jadi lebih betah di Lembata, hehehee. Semua tergantung pembawaan dokshipnya ya.. Kalau dokshipnya kaku & jarang ngajak ngobrol ya kakak-kakaknya juga sungkan.
 Dokter- dokternya baik banget sama kita. Dokter Susan, DU paling senior ini tipe keibuan banget, sering ngobrol soal hidup, diberi wejangan seorang ibu, suka pinjamin novel kalau ada yg suka baca. Dokter Yanti pembimbing iship kita ini umurnya ga gitu jauh dari kita jadi asyik, sering ngajak nongkrong & ngopi di Omah Bue. Beliau orangnya ga kaku sih, jadi kayak ngomongin minipro gtu, ajak ke tempat nongkrong juga gpp (tapi kalau presentasi minipro ya tetep di pkm hehehehe). Setiap mau pergi kemana yg keluar kota lewoleba atau misal mau camping dll harus banget beritahu beliau ya selama kalian di pkm, karena kan beliau bertanggung jawab terhadap kita selama kita iship di pkm, jadi biar kalau ada apa-apa beliau tau kita dimana. Kita boleh banget ijin pas hari libur jalan-jalan ke pantai atau camping atau ngapain, yg penting beritahu ke dr Yanti dan kalau lagi jaga UGD, ijin ke DU partner jaganya. Biasanya diijinin kok, beliau2 mengerti banget kita cuman bentar jadi pengen explore lembata, hehehe. Bahkan kalau libur sering ditanya “rencana kemana?” dan disuruh jalan-jalan, hehehe.

Share ke Sejawat Lain 

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on twitter
error: Content is Protected !!