2,541 total views

INFO TERBARU

REVIEW WAHANA Malinau, Kalimantan Utara

Periode Oktober 2019-Agustus 2020

RS : RSUD Malinau

PKM : Puskesmas Malinau Kota

Jumlah : 18 peserta

.

FASILITAS:

 Disini Bhd 3,650 juta,
 insenda 1,750 juta ( awal dijanjikan 2 juta , tapi gak jadi )

.

1. Stase RS

 Tempat tinggal :
a)1 rumah dinas, ada 5 kamar , 1 kamar untuk berdua, namun bisa menjadi 4 kamar jika ada residen,
b)tempat dekat dengan pasar lokal ,
c)ada beberapa toko didekat rumah dinas, dan tidak jauh dari rs didepannya sudah rsud,
d)di rumah dinas rs ada ac, mesin cuci, tv , alat masak, kompor
 Jasa bpjs :
a)ada, namun tidak menentu dapat berapa ,tergantung banyaknya pasien dan kurang jelas perhitungannya,
b)jadi jangan kaget jika diruangan udah pasien banyak kadang bisa dapat yang tidak sesuai
 THR :
a)dari RS dapat namun dapatnya dibedakan tidak sama,
b)namun ada beberapa orang yang tidak dapat nanti dikarenakan pergantian rotasi.
 Ada mobil dinas, udah tua tapi masih sanggup untuk dipakai, namun boros bensi dan harus sering diperhatikan.

.

A. Stase ruangan

 Ruangan dibagi menjadi tulip, bougenvile, mawar, teratai icu dan melati
 Semua ruangan di isi oleh dokter iship
 Tergantung formasi nya, isip sebelumnya
 Mawar 2 org, tulip 1 org, bgv 1 org, teratai icu 1 org, melati 1 org
 R.Tulip
a)dulunya jdi tempat pasien internis dan infeksius seperti tb paru,
b)skrg sudah berubah menjadi ruang isolasi untuk pasien covid
 R.Mawar =
a)dulunya tempat pasien internis dan anak,
b)skrg campuran semua dari pasien bedah, anak, internis, paru non infeksius dan pasien non covid.
c)Jadi disini iship berbagi tuga secara adil.
 R.Teratai =
a)dulunya tempat pasien bedah,
b)namun skrg jdi isolasi anak covid.
 R.Bungenvile =
a)ruang rawat bayi
b)masih sama sampai sekarang.
 R.Melati,
a)nifas dan vk untuk pasien obygn dan ada tambahan ruangan yaitu ISO Ponek khusus pasien obgyn yg susp covid,
b)ruang ponek ini dulu tempatnya di IGD, namun sekarang pindah di melati.
c)Jika kondisi stabil sewaktu2 bisa kembali ke IGD lagi.
 Jam masuk ruangan rata2 jam 08.00 – 14.00, kadang bisa awal datang dan pulang lambat tergantung banyak tidaknya pasien dan waktu dokter nya visite,
 paling cepat dokternya datang visite jam 6 pagi, jadi sudah bisa dibayangkan kita harus datang jam berapa,
 tidak ada jaga malam,
 zelama diruangan tidak ada libur kerja dari Senin-Minggu,
 begitu juga tanggal merah kita tetap masuk untuk visite pasien ( hanya saja, hari minggu dan hari libur tidak harus menunggu dokter spesialis visite,
 setelah kita visite pasien kita boleh langsung pulang, namun dipastikan keadaan pasiennya dulu,
 jika ada yg perlu dilapor via telpon, baiknya dilaporkan dlu sebelum meninggalkan ruangan)
 Lumayan capek memang, pengen ada libur saat tanggal merah atau minggu.
 Mengenai visite ruangan dari pendamping mengatakan boleh tidak selesai namun saat spesialis visite, kita harus tau pasiennya, namun terkadang ada dr spesialis yang gak suka dan kadang komplain ke dr pendamping kalau kerjaan kita tidak selesai, jadi tentukan saja mana yang baik.
 Jika ada teman yang sakit dan tidak bisa datang visite kita menggantikan teman yang lain. Jadi bisa lebih capek lagi, inginnya tidak menggantikan teman yang sedang sakit atau isolas, doakan saja selama iship baik2 saja dan selalu mengikuti protokol kesehatan karena kita tidak tau musibah, terutama saat pandemi ini.🤗
 Saat Visite bisa bentrokan dengan dokter spesialisnya namun tidak masalah asal kita sudah visite pasien dan tertulis di rekam medik (CPPT) karena dokter spesialis ikut di SOAP yang kita tulisakan.
 Diruangan tugas kita observasi pasien ruangan dan visite , menulis SOAP di rekam medik (CPPT), dan sebaiknya selesai semua pasien, karena spesialisnya gak suka jika tidak selesai dan kadang ditegur. Tapi baik kok menegurnya🤗
 Ada beberapa sepesialis, jika ada pasien gawat kita diminta menangani diruangan , jadi sepenuhnya tanggung jawab kita kalau diruangan, dan kita juga harus tetap konsul ke spesialis apa yang terjadi diruangan. Apapun yang kita laporkan dan apapun Advice tambahan dari dokter spesialis, kita wajib mencatat di Rekam Medik (CPPT), dan harus TULBAKON (STEMPEL) , sehingga ada bukti tertulis apa saja yanh sudah dikonsulkan, dan apa saja balasan konsul dari spesialis.
 Tugas lain laporan kasus, ada 5 kasus, 1 dipresentasikan , 4 di hanya dilaporkan, namun semenjak covid tidak ada yg maju presentasi.
 Diruangan perawatnya baik-baik, diajak konsultasi enak, dan ada beberapa yang cerewet tapi tidak usah dimasukkan ke hati, semua utk kebaikan. Semua beragam sifatnya, namun kita dituntut untuk tetap sopan santun dari bertutur kata, terutama meminta tolong.
 Untuk spesialis semua baik 👍, namun ada beberapa yang cerewet dan susah untuk dikonsultasi, dan ada yg tempramen, jadi saat konsultasi harus berhati-hati dan harus Jelas dari Awal- Akhir dan sesuai SOAP jika melaporkan pasien.
 Nanti bisa menilai sendiri bagaimana spesialis2nya🤗.
 Diruangan gak ada DU ruangan , adapun sesekali saja, tapi yg bener2 tanggung jawab untuk ruangan tidak semua DU.

.

2. IGD

 Di igd kita dibagi 3 shift,
a)jam 08.00-14.00 ( 1org ),
b)14.00 -21.00 ( 1 org ),
c)21. 00 – 08.00 ( 2 org )
 Yang shift malam 1 org jaga di ponek melati, 1 org stay di igd bersama DU senior.
 Jika ada teman satu tim yang sakit dan tidak bisa jaga, diwajibkan menggantikan jam jaga temen satu tim. Pintar2 bagi jadwal aja ya.
 Perawat di igd baik2 semua, dikasih jika ingin tindakan sendiri, enak untuk belajar,
 Pada dasarnya DU seniornya baik-baik, ada yang tegas, ada yang diem saja, namun pada dasarnya baik, tergantung sifatnya masing2, disini dituntut menanganin pasien mandiri, DU umumnya hanya memantau kadang juga dilepas. Tergantung Mood mereka🤭
 Jasa BPJS ada, tergatung jumlah pasien, jadi jumlah yang kita dapat tidak jelas. (Tidak usah terlalu berharap banyak)
 Libur tidak ada, hanya libur setelah jaga malam saja, tanggal merah tetap masuk.
 Disini ada kamar dokter jaga, tapi isip biasanya tidur dikursi atau dimeja saat jaga dan jaga sendiriaan namun ada juga yang tidur dikamar dokter secara bergantian, disini disediakan APD dari rumah sakit, jadi jika tidak ada APD tidak diperkenankan memeriksa pasien.
 Tugas di igd = jaga igd dan membuat Morning Report setiap hari senin, rabu dan sabtu namun sementara ini monre tidak ada karena covid.
 Di igd = setiap pasien discrening dulu apakah pasien covid atau bukan, terutama yang dari zona merah, meskipun sering kecolongan dan Isip sering terpapar.
 Disini dituntut kehati-hatian setiap kali menerima pasien, agar tidak kecolongan.
 Jika ada iship yang mungkin terpapar, baik IGD maupun Ruangan, boleh meminta kepada dokter pendamping utk Rapid test, hanya utk antisipasi.

.

3. Stase puskesmas

 Rumah dinas :
a)ada,
b)listrik dan air bayar sendiri,
c)alat masak ada tapi dulu beli dengan isip sebelumnya,mesin cuci tidak ada,
d)pengennya air dan listrik pkm gak ditanggung isip (Jadi nanti alat masak, kulkas, magic com, kompor gas, tabung gas, motor, blender, helm, dan peralatan dapur lainnya akan dijual ke Iship periode berikutnya, dan boleh menghubungi Ketua atau Iship sebelumnya)
 Jasa BPJS :
a)300 rb rata2,
b)dulu bisa jutaan sekarang berkurang karena disamain dgn Ijazah SMA.
 Jasa dinas luar
a)terkadang ada namun semenjak covid tidak ada, karena dinas luar tak ada,
b)waktu sebelum covid banyak dana yang didapatkan dari jasa luar, namun selama pandemi tetap ada jaga luar tapi jasa tidak ada,
c)isip angakatan ini ada yang tugas luar namun ada yg gak dapat jasa dinas luar entah kenapa, jdi sebenarnya jasanya tidak jelas juga, namun sebenarnya rata2 ada jasanya.
 Tugas membuat minipro 1 kelompok 1 minipro, namun tidak ada karena covid,
 Tugas lain , jaga poli anak ,umum, posyandu, lansia dan IGD PKM.
 Dulu IGD dibagi 2 shift (Pagi dan Sore), namun selama pandemi tidak ada IGD sore.
 Jam kerja jam 08.00 -12.00 senin – kamis, jika jumat dan sabtu jam 08.00-11.00 , selama pandemi ini
 Apd tersedia dari pkm, lingkungan kerja nyaman sekali.🤗

.

Tambahan

1.Diwahana ini, dituntut kecepatan, kecekatan, dan inisiatif. Bagi yang menginginkan dan berharap dana pemasukan yang banyak, di wahana ini tidak bisa dipastikan, karena lebih banyak kecewa dibandingkan bahagia dalam menerima dana, terutama dana BPJS, dan Jaspel
2.Untuk wisata disini banyak, ada permandian air hangat semolon, air terjun martin bila, air tejun gunung rian, wisata gunung rian, taman nasional kayan mentarang, desa wisata pulau sapi, derawan, tapi sayang isip angkatan ini tidak bisa berwisata karena Pandemi Corona😔
3.Makanan kebanyakan makanan lokal, makan seperti dikota tidak ada, Indomaret dan sejenisnya tidak ada, namun ada grosiran, grab & gojek tidak ada, tapi ada ojek dan jasa kurir.

.

Kesimpulan:

1.Wahana ini 6,3/10, Direkomendasikan bagi yang benar-benar ingin menuntut ilmu.
2.Tidak direkomendasikan untuk yang menginginkan dana pemasukan yang banyak.

.

Salam Harmonis✋

Terima Kasih, GBU🤗😇

Share ke Sejawat Lain 

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on twitter
error: Content is Protected !!