1,172 total views

Periode: November

Badung, Provinsi Bali

RSUD Badung

UPT Puskesmas Mengwi II Tumbak Bayuh

.

Stase RS [IGD & Poli/Ruangan]

1.Fasilitas: Tidak dapat rumah dinas
2.Insentif/Jaspel: Tidak ada
3.Akses dan Biaya Hidup:
4.jarak puskesmas dan RS kurang lebih 5 km
5.kos : Bila perantau dan tinggal di daerah rumah sakit, sulit mencari kos2an, rata2 kos kosongan, harus beli barang sendiri
6.transportasi :
 untuk gojek/grab kadang ada kadang tidak di sekitar rumah sakit, sering ditolak oleh gofood, *jangan harap ada kendaraan umum lain seperti taksi/angkutan umum yang lewat*
 lebih baik memiliki kendaraan sendiri (motor/mobil), Akses kendaraan mudah,
7.makanan :
 Biaya hidup standar, kebanyakan lalapan harga 15-20k,
 makanan lain jarang ada untuk sekitar kos di deket RS, banyak makanan di kantin RS
 ada jual lumpia di RS, enak banget*
 pesan gofood, jarang diterima apalagi malam hari

.

IGD:

 Pola jaga PPSSMLL untuk 7 orang.
a)2 orang jaga pagi,
b)2 orang jaga siang,
c)1 orang jaga malam.
 Setiap jaga selalu didampingi oleh dokter senior.
 Jam kerja
a)P 08:00-14:00,
b)S 14:00-21:00,
c)M 21:00-08:00.
 Pasien tergolong banyak sekali dan bervariasi (estimasi 100-200org/hari) karena menerima bpjs dan memiliki fasilitas lengkap (seperti head ct-scan).
 sekarang mendingan pasiennya karena rata2 ke RS tipe C dulu
 Jaga malam tidak dapat tidur, jaga siang paling hectic, jaga pagi paling santai. Pasien selalu ramai.

Poli/Ruangan:

 Jaga pagi terus jam 8:00-14:00. Senin-Sabtu,
 libur hari minggu dan hari besar.
 Jaga diputar ke
a)Poli Interna- 2 org,
b)Poli Filter 1 org,
c)ruangan interna, anak, bedah, obgyn msg2 1 org
 untuk Poli Interna, kita memeriksa pasien sendiri, rata2 pasien kontrol, pasien yang butuh di konsulkan baru diperiksa dokter spesialis *estimasi pasien krg lbh 150/hari, katanya sekarang sudah banyak berkurang karena rujukan tidak lgsg k RSUD tipe B
 Di ruangan rata-rata menulis resume,paling banyak di poli intena.
 Untuk kasus paling banyak kasus interna secara keseluruhan.
 Kita tidak bisa menangkap partus sendiri, karena banyak residen obgyn disini, kasus kebidanan langsung ditangani oleh residen.
 kasus anak dan obgyn paling sedikit.
 Dijanjikan untuk boleh magang di keminatan, namun tidak terealisasi.
 Kekurangan
a)yang paling tidak enak dari stase RS karena pasien2nya selalu ingin didahulukan dan sedikit2 akan melaporkan ke media massa, kadang ada keluarga pasien yang membentak/memukul
b)Di rumah sakit juga sangat diberdayakan, namun tidak mendapatkan jaspel
c)untuk beberapa masalah, jarang dibantu dan internship selalu disalahkan
 Kelebihan
a)gampang untuk rapel libur karena jaga atur sendiri,
b)kasus interna banyak bila yang berminat menimba ilmu,
c)banyak RTD (makan gratis), lapsus per stase 1

.

Stase Puskesmas

 Akses dan Biaya Hidup:
a)Akses relatif mudah namun harus memakai kendaraan pribadi
b)biaya hidup standar, sering pesan gofood, dapat terakses.
 Tidak ada kos dekat puskesmas, namun bila kos dekat RS, relatif dekat.
 Jarak RS- Puskes kurang lebih 5 km
 Fasilitas: Tidak dapat rumah dinas.
 Ada ruang bermain yang dapat dipakai tidur bila jaga malam.
 Jadwal jaga tidak tentu ,
a)diwajibkan masuk pagi 2 orang
b)jaga 24 jam 1 orang,
c)stand by jaga bila ada P3k/kegiatan lain 2 orang,
d)2 orang libur
 pola jam jaga dibebaskan oleh pembimbing yang penting ada yang jaga.
 Jam kerja
a)Senin-kamis 7.30-14.00,
b)Jumat 7.00-12.30,
c)Sabtu 7.30-13.30.
 Jaga santai, pasien dapat ter handle, jam 12.00 biasa sudah nganggur, tp tidak bisa pulang.
 Jaga malam pasien juga relatif sepi dan bila pasien sulit langsung rujuk.
 kita bebas boleh atur jaga dan libur sendiri.
 yang dimaksud rapel libur bukan cuti, katanya udah ga boleh cuti lagi*

.

Share ke Sejawat Lain 

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on twitter
error: Content is Protected !!