964 total views

Review Wahana Internship

RSUD Sabu Rajiua

PKM Seba

Sabu Raijua, NTT

September 2017 – September 2018

.

1. STASE IGD

 Jam kerja :
a.pagi 07.00-14.00,
b.siang 14.00-21.00,
c.malam 21.00-07.00
 SELAMA 8 BULAN. Karena Bangsal dan Poli sedikit pasien, jadi kita pun bisa jadi dokter bangsal dan poli sewaktu-waktu.
 Pembimbing :
a.dr. Dominggus Sarambu (Kepala Dinas Kesehatan sekaligus pembimbing Internship,
b.beliau dokter yang kooperatif tetapi sulit untuk bertemu karena jadwal beliau yang padat.
c.Kesulitan beliau adalah saat membimbing dokter internship selama di RS, sehingga didelegasikan kepada dokter-dokter Kontrak di RS.
d.Seluruh dokter Kontrak di RS sangat kooperatif, mau mengajar dan belajar, asik dan punya karakter serta seni masing2)
 Proses perizinan :
a.Jadwal kita 5 hari pagi, 5 hari siang, 5 hari malam, 5 hari libur.
b.Jadi kalo mau pergi kemana-mana, pakai dan manfaatkan 5 hari libur itu.
c.Butuh waktu lebih lama untuk libur? Pakai dan manfaatkan 5 hari libur temen lain! Asal jangan lupa bayar jaga yaa pas masuk lagi.
d.Untuk Izin duka dan Izin sakit sangat mudah. Semua dokter saling backup dan penuh pengertian.
 Tanggung jawab selama di IGD : 50% – 90%. Awalnya kita dibimbing untuk membiasakan diri dengan Anam, Pemeriksaan Jasmani, Status, Resep, Resume. Apabila sudah dianggap bisa, akan pegang pasien sendiri dengan tanggung jawab dokter kontrak yg sedang jaga dengan internship.
 Kalo temen2 ada yg pilih di sabu, tetep di jaga ya kekompakan antara iship dan dokter kontrak, juga jaga komunikasi dan terus melapor pasien yg baru masuk dan perkembangan pasien lama.
 Skill : LUAR BIASA BANYAK. Mulai dari anamnesis pake Bahasa Indonesia, lama lama terpaksa harus sedikit pake Bahasa Sabu (sedang disusun kamus sabu-indonesia untuk pekerja kesehatan), Pemeriksaan Fisik yang efektif, semua tindakan keperawatan dan kebidanan (infus, suntik, GV, NGT, DC, hecting, gliserin sup, EKG, USG, persalinan normal, hecting portio, hecting perineum, kuretase dll) bisa kita lakukan awalnya atas ijin dan supervisi dokter pembimbing, lama lama jika dirasa mampu akan diberi tanggung jawab penuh.
 Tambahan penghasilan :
a.insentif Rp 2.500.000 selama 12 bulan penuh di Sabu (!!!), turunnya rapel bisa 3-4 bulan sekali, dibayar uang cash.
b.Harus rajin rajin minta ke bendahara Dinkes supaya turunnya tepat waktu yaa.
 Dokumen yg dilengkapi peserta:
a.Logbook,
b.5 Kasus portofolio,
c.1 Kasus Presentasi (diambil dari 5 kasus tadi)
 Kelebihan UGD Sarai:
a.dokter dan pegawai ramah
b.ada ruangan istirahat untuk dokter sendiri, ber-AC
c.IGD luas, pasien doremi
d.RS ada di pinggir jalan
e.parkiran RS luas
f.ada kantin dalam RS, kalau pagi ada yg jual makanan keliling
g.kasus beragam
h.semua dikerjakan sendiri
i.pasien sedikit, jadi kita bisa track pasien mulai dari masuk UGD sampai pulang.
 Kekurangan :
a.TIDAK ADA SPESIALIS, yang berarti tidak ada tolak ukur ilmu, tidak ada ilmu-ilmu spesialis, tidak ada pusat konsultasi, tidak ada tindakan spesialistik, dan tidak bisa mencari rekomendasi.
b.Obat-obatan terbatas.
c.Fasilitasi terbatas. Mulai dari listrik yg dipakai bergantian, alat rontgen yg sering kehabisan film, reagen lab yang sangat terbatas, roll ekg yg cepat habis, membuat insting kita dilatih untuk bisa melayani pasien.
 Keterangan lain:
a.RSUD Sabu Raijua merupakan satu-satunya RS di Kabupaten Sabu Raijua, sehingga menjadi pusat rujukan dan pusat merujuk pasien.
b.Untuk merujuk pasien ke faskes dengan fasilitas lebih banyak harus melewati laut, pilihannya antara kupang, ende atau sumba. Sehingga untuk rujuk pasien menjadi seni tersendiri dimana transportasi menuju faskes yg lebih lengkap hanya terbatas pada kapal dan pesawat terbang.

.

2. STASE PUSKESMAS

 Jam kerja :
a.stase tugas luar dan poli 07.00-14.00,
b.jam kerja stase ugd / jaga malam 19.00 – 07.00
 Kewajiban selama bertugas : jaga poli, jaga igd (kalau jamal stand by di mess), ukp, ukm, visite pasien ranap.
 Pembimbing : dr. Esther (dokter senior di Sabu Raijua, baik dan bisa diajak diskusi)
 Proses perizinan : bisa diatur, asal kan dikomunikasikan dengan baik
 Tanggung jawab selaku internsip : 95% kita mengerjakan semua pasien sendiri, dengan pengawasan di awal dan tanggung jawab penuh tetap dari dr pembimbing dan dr kontrak.
 Skill : anam pj poli sendiri, seluruh tindakan kedokteran yg bisa dilakukan di puskesmas bisa dilakukan sendiri dengan supervise dari dokter pembimbing atau kepala ruangan masing2
 Tambahan penghasilan : ada penghasilan tambahan dari tugas luar puskesmas, jumlah dan besarnya, tentative tiap orang.
 Dokumen yg dilengkapi peserta: log book puskesmas, mini project print out.
 Kelebihan :
a.PKM Seba letak nya di pusat kota, dekat dengan mess dokter dan mayoritas kos2an di sekitar seba.
b.Dekat dengan pelabuhan, pusat jajan malam juga.
c.Di pinggir jalan dan merupakan puskesmas terbesar dengan cakupan daerah yang paling besar di Sabu.
d.Karyawan dan para pelayan kesehatannya ramah semua, kita dihargai sebagai dokter puskesmas dan difasilitasi.
 Kekurangan : Overall pekerjaan di puskesmas lebih banyak dibandingkan dengan RS, tetapi semua dilakukan secara bergantian dan simultan, sehingga tidak terasa berat.
 Keterangan lain : –

.

3. STASE Bangsal

 Tidak ada stase Bangsal,
 kita bisa tetap melayani pasien di bangsal karena jumlah pasien di RS ini relatif sedikit –

.

4. Lingkungan sekitar wahana

a.Tempat tinggal:
 Disediakan mess untuk dokter internship, gabung dengan dokter kontrak.
 Available 1 untuk pria sejauh ini.
 Sisanya ngekos. kos-kosan banyak di sekitar RS dan PKM. harga 500rban.
 Kos-kosan termasuk kamar mandi di dalam, isi kosong.
 Disarankan tinggal di deket PKM supaya lebih dekat dengan pusat kota nya.
b.Tempat makan:
 di sekitar RS tidak banyak pilihan.
 Lebih banyak di sekitar PKM, itu pun tidak banyak macam makanannya
c.Hiburan:
 keliling satu pulau sabu bisa menghabiskan waktu setengah hari.
 Banyak wisata alam yang masih perawan di sabu.
 Banyak kampung adat dan budaya, serta acara adat khas sabu raijua.
 Bisa juga jalan2 ke pulau raijua atau ke sumba, ende, dan pulau pulau NTT lain di hari libur.
 Kalo mau cari hiburan kota seperti mall, bar, dll harus ke kupang.
 Terdapat satu café terbagus di Sabu, dekat dari PKM.
d.Budaya di rs, pkm, atau masyarakat sekitar:
 Saling menghargai, saling backup, ramah kepada pendatang orang2 di luar sabu.
 Toleransi TINGGI, dokter di hormati.
e.sinyal : 4G di banyak tempat di seba (PKM dan RS) tapi terkadang sinyal suka naik turun, ada sebagian wilayah sabu yang tidak dapat sinyal

.

Kesimpulan:

1.Sabu merupakan surga para escapist.
2.Cocok sekali untuk temen2 dokter yang mencari ketenangan jauh dari ramainya kota dan suka mencari kedamaian. Jauh dari Mall, jauh dari pusat hiburan, jauh dari keramaian (kelebihannya, uang BHD dan insentif kita bisa ditabung untuk keperluan lain).
3.Disini masyarakat sangat ramah, kita dihormati sebagai dokter, banyak kawasan wisata yang bisa dikunjungi, banyak tempat untuk santai seperti pantai, lembah, pelabuhan, meskipun tidak sebagus sumba atau wilayah NTT lainnya.
4.Yaa masing2 pulau di NTT punya karakter masing-masing.
5.Perlu di ketahui, Sabu merupakan pulau sendiri yang lumayan jauh dari pusat NTT, Kupang. Untuk mencapai sabu perlu perjuangan sedikit dengan kapal atau dengan pesawat yg overpriced.
6.Pada bulan bulan tertentu, musim sangat kering, bisa juga sangat subur.
7.Angin dan keadaan gelombang laut merupakan faktor2 yang berpengaruh terhadap kehidupan di sabu.
8.Pilihlah Wahana Sabu jika kamu memiliki banyak kemauan untuk belajar tentang kehidupan.
9.Kekurangan fasilitas di RS dan Puskesmas membuat daya tahan kita kuat terhadap keterbatasan. Dimana skill ini yg paling penting untuk kita bisa bertahan hidup di RS manapun nantinya.

Share ke Sejawat Lain 

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on twitter
error: Content is Protected !!