Review Wahana RSUD Saparua

Review Wahana RSUD Saparua

REVIEW WAHANA SAPARUA (Maluku Tengah)

RSUD Saparua, Puskesmas Porto-Haria

Periode Oktober (10 bulan)

.

Keterangan

1.Jumlah  isip saat  ini 10 orang, isipnya  masih sementara  berlangsung sampai  bulan Agustus 2020 (7 orang stase RSUD, 3 orang stase PKM)
2.Dokter pembimbing 3 orang (Direktur RS, Kapus Porto-Haria, Kapus Booi)
3.RSUD dan PKM: BHD 3.620.000 + Insentif Daerah 2.350.000 jt ( udah potong pajak )
4.Jasmed, BPJS, dan lain2 ada  diberikan. Nominal tidak  pasti, biasanya  rapelan. Tapi jangan terlalu  berharap, anggap  saja  uang kaget.

.

RSUD Saparua

Stase IGD-Ruangan (8 bulan)

Dokter definitif hanya 1 orang yaitu direktur RS, dokter NS lagi kosong.
Di sini stase IGD dan ruangan digabung karena pasien sedikit apalagi di masa covid19 ini.
Disini iship visite sendiri dari pertama masuk ke RSUD, semuanya iship yang kerjain (visite, poli, IGD) tapi sesuai jadwal.
Poli ditiadakan sementara selama covid
Shift
1.Pagi: 08.00-14.00
2.Malam:14. 00-08.00
Jadwal dinas pagi maupun jaga malam “sangat” santai terlebih karena covid ini.
Pasien IGD sehari paling banyak 5 orang, kalau normal sebelum covid kurang dari 30 orang sehari.
Jadwal RS: Dokter pembimbing yang buat 4 bulan pertama, selebihnya iship atur sendiri (banyak offnya)
Dokter spesialis: TIDAK ADA
Fasilitas rontgen ada tapi kadang error jd hasilnya kurang bisa dibaca.
Lab tidak begitu lengkap, tidak ada pemeriksaan elektrolit, AGD, LED, Enzim jantung, dsb.
Laporan  kasus  bikin 5. 1 dibacakan dan 4 hanya dikumpulkan. Sebagian dari kami sudah  membaca  laporan  kasus (stase RS sebelum  covid), tapi  sebagian  lagi yang belum  membaca, ditiadakan  semenjak covid19. Sehingga  lapkas pun hanya dikumpulkan.
Pegawai RS rata2 baik  tapi  ada juga yang “sok”. Harus pintar2 membawa  diri  dan  jangan  ambil  pusing  kalau  digosipin. (Sudah biasa disini ) dan jangan pernah percaya satu orang pun disini apalagi curhat, bisa jadi boomerang nantinya .

.

Puskesmas Porto-Haria

Dokter pembimbing (Kapus) sangat disiplin, subjektif, dan juga santai. Dalam hal mengisi borang harus  lengkap, tidak boleh phantom. Hanya boleh mengisi kasus yang didapat/dipegang sendiri.
Puskesmas menerima partus 24 jam (demi melengkapi borang partus)
Jadwal pkm:
a)Senin-kamis: 09.00 – 14.00
b)Jumat: 09.00-12.00
c)Sabtu: 09.00-13.00
Jam pelayanan: 09.00-12.00 (setelah lewat dari jam pelayanan, duduk cantik saja sampai jam pulang.
Jadwal PKM: Iship atur sendiri.
a)Tugas iship:
b)tugas jaga poli,
c)tugas SKBS,
d)tugas UKM (sejak covid hanya posyandu yang aktif, kegiatan lainnya distop sementara)
e)Posyandu hanya ada tiap hari senin dan selasa, jadi harus bergantian yang pergi supaya bisa untuk melengkapi borang.
Apapun kegiatan yang dilakukan bisa diisi untuk borang.
Pegawai-pegawai di puskesmas sangat baik dan kekeluargaan, selalu dikasih makanan dan buah kalau ada musim buah.
Sejak covid19 pelayanan  bisa  dilakukan  melalui on call dan  iship yang pegang HP (diberikan  pkm). Bisa ganti2an pegangnya, atur sendiri.
Pelayanan on call 08.00-22.00.
Untuk ketersediaan APD, saat ini bantuan APD ke PKM masih berdatangan.
Perawat dan dokter pakai APD. namun sudah dibuatkan faceshield dan apron, tinggal minta ke perawat atau PJ UGD.
Isip  boleh  minta masker dan  handscoen di ruang  farmasi, dipakai  sekali  untuk  sekali  stase (biasanya  langsung  dikasih 7 masker untuk 7 hari)
Sebaiknya  bawa  baju  jaga  dan hair cup kain sebanyak2nya, karena  semenjak  covid, disini  setiap  hari  pake  baju  jaga. Bisa pake gaun OK (jika ada) ketika pelayanan poli.
Miniproject per orang, tetap  harus  dibaca  walaupun yang hadir  pada  saat  pembacaan  hanya  dokter  pembimbing (kapus) dan pegawai puskesmas (berjarak pastinya).
Kalau sebelum covid, iship stase RS juga diundang untuk pembacaan minipro.

.

Fasilitas

1.Rumah Dinas
Dapet rumah dinas di kompleks RS, rumah dinas ada 3. Laki-laki dan perempuan,
rumahnya harus terpisah.
Rumah depan kamar 3 isi kosong, tidak ada AC. Ruang tamu ada beberapa kursi. Dapur alat2 masak, kompor.
Rumah belakang kanan, kamar 3. 2 kamar ada isi tempat tidur, lemari besar, meja panjang dan AC. 1 kamar kosong.
Ruang tamu isi meja dan kursi, ruang tengah dan dapur ada meja, kursi kecil, alat2 masak, kompor.
Disini ada wifi, perbulan 300an. Ada 2 wifi, rumah depan dan rumah belakang.
2.kendaraan dinas:
Tidak ada (salah satu iship mau jual motor pribadi jika berminat.
Untuk ojek diatas jam 18.00 sudah sulit.
3.Makanan
Makanan juga agak sulit, karena diatas jam 20.00 semua warung dan supermarket sudah tutup.
Ada beberapa yang jual dan bisa minta diantar.
Atau  bisa juga rantangan 2x sehari  makannya 600k/ bulan. Yang ambil  rantang anak tetangga  bisa  mintol  dengan  bayar ongkos antar perbulan (bisa patungan kalau yang mau rantangan beberapa orang).
4.Laundry:
yang tidak mau nyuci baju bisa laundry, 150k/ bulan dicuci manual.
2-3 hari baju jadi, agak jauh dari rumdin.
5.Harus naik ojek kesana atau kendaraan pribadi.
6.Listrik: bayar sendiri (daya hanya dapat 450, tidak kuat untuk rumah yang ada AC

.

Hiburan

Pantai, airnya bersih sekali

.

Biaya hidup

1.klo irit 1-1.5jt ( kalau pake rantangan, bayar listrik dan wifi)
2.Makan diluar paling murah 15.000/ makan.

.

Tambahan

1.Masyarakat  baik, ramah  dan  ringan  tangan (suka  membantu), 1 hari  disini  bisa  langsung  dikenal 1 pulau. So “attitude is important”
2.Saparua  karena terletak di daerah  pantai cuacanya  klo siang cukup  panas, klo  malem terkadang adem, siapkan stok sunblock, kipas kecil yg bisa dibawa2, jaket.

.

KESIMPULAN:

1.Wahana ini SANGAT direkomendasikan bagi yang ingin mencari uang atau menabung dan ingin banyak libur.
2.Saat  ini RSUD Saparua  menjadi  rujukan Covid-19 untuk daerah saparua sendiri dan SDM sangat terbatas apabila ada  lonjakan kasus nantinya.
3.Iship  harus  kompak  dan solid, jangan  terpengaruh orang luar  jika  ada  yg  mencoba  menusuk, mengadu  domba  atau  kepo tentang dokter iship.

.

Share ke Sejawat Lain