1,536 total views

REVIEW WAHANA SAPARUA (Maluku Tengah)

RSUD Saparua, Puskesmas Porto-Haria

Periode Oktober 2019- Agustus 2020 (10 bulan)

.

.

Keterangan

1.Jumlah isip saat ini 10 orang, isipnya masih sementara berlangsung sampai bulan Agustus 2020 (7 orang stase RSUD, 3 orang stase PKM)
2.Dokter pembimbing 3 orang (Direktur RS, Kapus Porto-Haria, Kapus Booi)
3.RSUD dan PKM: BHD 3.620.000 + Insentif Daerah 2.350.000 jt ( udah potong pajak )
4.Jasmed, BPJS, dan lain2 ada diberikan. Nominal tidak pasti, biasanya rapelan. Tapi jangan terlalu berharap, anggap saja uang kaget.

.

RSUD Saparua

Stase IGD-Ruangan (8 bulan)

 Dokter definitif hanya 1 orang yaitu direktur RS, dokter NS lagi kosong.
 Di sini stase IGD dan ruangan digabung karena pasien sedikit apalagi di masa covid19 ini.
 Disini iship visite sendiri dari pertama masuk ke RSUD, semuanya iship yang kerjain (visite, poli, IGD) tapi sesuai jadwal.
 Poli ditiadakan sementara selama covid
 Shift
1.Pagi: 08.00-14.00
2.Malam:14. 00-08.00
 Jadwal dinas pagi maupun jaga malam “sangat” santai terlebih karena covid ini.
 Pasien IGD sehari paling banyak 5 orang, kalau normal sebelum covid kurang dari 30 orang sehari.
 Jadwal RS: Dokter pembimbing yang buat 4 bulan pertama, selebihnya iship atur sendiri (banyak offnya)
 Dokter spesialis: TIDAK ADA
 Fasilitas rontgen ada tapi kadang error jd hasilnya kurang bisa dibaca.
 Lab tidak begitu lengkap, tidak ada pemeriksaan elektrolit, AGD, LED, Enzim jantung, dsb.
 Laporan kasus bikin 5. 1 dibacakan dan 4 hanya dikumpulkan. Sebagian dari kami sudah membaca laporan kasus (stase RS sebelum covid), tapi sebagian lagi yang belum membaca, ditiadakan semenjak covid19. Sehingga lapkas pun hanya dikumpulkan.
 Pegawai RS rata2 baik tapi ada juga yang “sok”. Harus pintar2 membawa diri dan jangan ambil pusing kalau digosipin. (Sudah biasa disini ) dan jangan pernah percaya satu orang pun disini apalagi curhat, bisa jadi boomerang nantinya .

.

Puskesmas Porto-Haria

 Dokter pembimbing (Kapus) sangat disiplin, subjektif, dan juga santai. Dalam hal mengisi borang harus lengkap, tidak boleh phantom. Hanya boleh mengisi kasus yang didapat/dipegang sendiri.
 Puskesmas menerima partus 24 jam (demi melengkapi borang partus)
 Jadwal pkm:
a)Senin-kamis: 09.00 – 14.00
b)Jumat: 09.00-12.00
c)Sabtu: 09.00-13.00
d)Jam pelayanan: 09.00-12.00 (setelah lewat dari jam pelayanan, duduk cantik saja sampai jam pulang.
 Jadwal PKM: Iship atur sendiri.
 Tugas iship:
a)tugas jaga poli,
b)tugas SKBS,
c)tugas UKM (sejak covid hanya posyandu yang aktif, kegiatan lainnya distop sementara)
d)Posyandu hanya ada tiap hari senin dan selasa, jadi harus bergantian yang pergi supaya bisa untuk melengkapi borang.
 Apapun kegiatan yang dilakukan bisa diisi untuk borang.
 Pegawai-pegawai di puskesmas sangat baik dan kekeluargaan, selalu dikasih makanan dan buah kalau ada musim buah.
 Sejak covid19 pelayanan bisa dilakukan melalui on call dan iship yang pegang HP (diberikan pkm). Bisa ganti2an pegangnya, atur sendiri.
 Pelayanan on call 08.00-22.00.
 Untuk ketersediaan APD, saat ini bantuan APD ke PKM masih berdatangan.
 Perawat dan dokter pakai APD. namun sudah dibuatkan faceshield dan apron, tinggal minta ke perawat atau PJ UGD.
 Isip boleh minta masker dan handscoen di ruang farmasi, dipakai sekali untuk sekali stase (biasanya langsung dikasih 7 masker untuk 7 hari)
 Sebaiknya bawa baju jaga dan hair cup kain sebanyak2nya, karena semenjak covid, disini setiap hari pake baju jaga. Bisa pake gaun OK (jika ada) ketika pelayanan poli.
 Miniproject per orang, tetap harus dibaca walaupun yang hadir pada saat pembacaan hanya dokter pembimbing (kapus) dan pegawai puskesmas (berjarak pastinya).
 Kalau sebelum covid, iship stase RS juga diundang untuk pembacaan minipro.

.

Fasilitas

1.Rumah Dinas
 Dapet rumah dinas di kompleks RS, rumah dinas ada 3. Laki-laki dan perempuan,
 rumahnya harus terpisah.
 Rumah depan kamar 3 isi kosong, tidak ada AC. Ruang tamu ada beberapa kursi. Dapur alat2 masak, kompor.
 Rumah belakang kanan, kamar 3. 2 kamar ada isi tempat tidur, lemari besar, meja panjang dan AC. 1 kamar kosong.
 Ruang tamu isi meja dan kursi, ruang tengah dan dapur ada meja, kursi kecil, alat2 masak, kompor.
 Disini ada wifi, perbulan 300an. Ada 2 wifi, rumah depan dan rumah belakang.
2.kendaraan dinas:
 Tidak ada (salah satu iship mau jual motor pribadi jika berminat.
 Untuk ojek diatas jam 18.00 sudah sulit.
3.Makanan
 Makanan juga agak sulit, karena diatas jam 20.00 semua warung dan supermarket sudah tutup.
 Ada beberapa yang jual dan bisa minta diantar.
 Atau bisa juga rantangan 2x sehari makannya 600k/bulan. Yang ambil rantang anak tetangga bisa mintol dengan bayar ongkos antar perbulan (bisa patungan kalau yang mau rantangan beberapa orang).
4.Laundry:
 yang tidak mau nyuci baju bisa laundry, 150k/bulan dicuci manual.
 2-3 hari baju jadi, agak jauh dari rumdin.
 Harus naik ojek kesana atau kendaraan pribadi.
5.Listrik: bayar sendiri (daya hanya dapat 450, tidak kuat untuk rumah yang ada AC

.

Hiburan

Pantai, airnya bersih sekali

.

Biaya hidup

1.klo irit 1-1.5jt ( kalau pake rantangan, bayar listrik dan wifi)
2.Makan diluar paling murah 15.000/makan.

.

Tambahan

1.Masyarakat baik, ramah dan ringan tangan (suka membantu), 1 hari disini bisa langsung dikenal 1 pulau. So “attitude is important”
2.Saparua karena terletak di daerah pantai cuacanya klo siang cukup panas, klo malem terkadang adem, siapkan stok sunblock, kipas kecil yg bisa dibawa2, jaket.

KESIMPULAN:

1.Wahana ini SANGAT direkomendasikan bagi yang ingin mencari uang atau menabung dan ingin banyak libur.
2.Saat ini RSUD Saparua menjadi rujukan Covid-19 untuk daerah saparua sendiri dan SDM sangat terbatas apabila ada lonjakan kasus nantinya.
3.Iship harus kompak dan solid, jangan terpengaruh orang luar jika ada yg mencoba menusuk, mengadu domba atau kepo tentang dokter iship.

Share ke Sejawat Lain 

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on twitter
error: Content is Protected !!