1,078 total views

Wahana:
1. RS Mardi Rahayu Kudus
2. PKM Rejosari Kudus

Profil Kesehatan:
1. Penyakit terbanyak : Sangat beragam karena RS tipe B,  trauma center, dan stroke center
2. Penyakit endemik : –
3. Riwayat bencana/KLB : –

Kegiatan:

A. RS Mardi Rahayu

  • Durasi : 8 bulan
  • Jam kerja :
    1. +/- 38-42 jam/minggu (rotasi IGD),
    2. +/- 45 jam/minggu (rotasi bangsal/poli)

Deskripsi pekerjaan:

Rotasi IGD: 

  1. Shift pagi (07.00-14.00) diisi 1 orang iship, 
  2. shift siang (14.00-21.00) diisi 2 orang iship, 
  3. dan shift malam (21.00-07.00) diisi 1 orang iship. 
  4. Total 1 kelompok kecil 6 orang, jadi setiap hari ada 4 iship yang masuk dan 2 iship yang lepas/libur. 
  5. Pola shift jaga kalau di kelompok kami P-S-S-M-L-L.

Rotasi Bangsal: 

  1. Shift pagi (07.00-14.00) diisi 1 orang iship, 
  2. shift siang (14.00-21.00) diisi 1 orang iship, 
  3. shift malam (21.00-07.00) diisi 1 orang iship, dan 
  4. shift poli umum (07.00-1.00) diisi 1 orang iship.
  5. Total 1 kelompok kecil 6 orang, setiap hari ada 4 iship yang masuk dan 2 iship yang lepas/libur,
  6. kecuali di hari minggu dan tanggal merah iship tidak jaga poli umum, jadi hanya 3 iship yang turun.
  7. Pola shift jaga kalau di kelompok kami P-Poli-S-M-L-L.
  8. Di poli umum tidak ada perawat khusus pada shift pagi sehingga iship melakukan TTV hingga billing administrasi secara mandiri.
  9. Terkadang dibantu oleh perawat IGD bila iship meminta bantuan.

Lain-lain:

  • Morning report:
    1. Diikuti iship yang post jaga malam IGD dan bangsal, dan iship yang jaga pagi ruangan.
    2. Biasanya hanya diam mendengarkan kecuali ada insiden.
  • Siaran radio:
    1. Iship diminta untuk mengisi siaran radio RS setiap malamnya,
    2. durasi sekitar 20-30 menit sekali siaran.
    3. Tiap bulan biasanya setiap iship akan siaran 1-2 kali.
  • Tugas luar:
    1. Kadang2 akan diminta tugas luar seperti baksos, posyandu lansia, mengisi posko lebaran/tahun baru/dll, penyuluhan, sampai paduan suara.
    2. Biasanya tugas2 luar ini dilimpahkan ke kelompok yang sedang shift bangsal.
    3. Ga sering2, paling sebulan sekali, tapi harus siap dan maklum kalau diminta.
  • Kegiatan rutin RS:
    1. Ada ibadah bulanan dokter (khusus bagi yang beragama kristiani), dan rapat rutin bulanan komite medik.
    2. Iship khususnya yang tidak sedang jaga atau post jaga malam diharapkan kehadirannya.

Suasana kerja
Rotasi IGD:

  • Kadang suasana kondusif, kadang tidak kondusif, tergantung jumlah pasien.
  • Dokter umum selalu standby, rata2 rajin2, kecuali satu dua oknum. 
  • Perawat dan bidan cukup kooperatif dan tanggap dalam situasi emergency, kecuali kalau pasien sedang ramai2nya. 
  • Perawat2 dan bidan IGD rata2 cukup terampil, bisa diandalkan untuk kondisi code blue dan bisa bantu backup kalau kita ada kesulitan melakukan tindakan di situasi emergency. 
  • Kalau pasien sedang ramai tapi jangan banyak berharap, kalau mau cepat semua instruksi yang kita tulis harus kita kerjakan sendiri mulai dari TTV, GDS, EKG, injeksi obat, GV, pasang kateter, dll.
  • Untuk tindakan2 seperti infus, injeksi intravena, kateter urin, NGT, dan semacamnya, rata2 yang melakukan perawat/bidan (kecuali kalau kondisi sedang ramai2nya, kadang2 kita yang melakukan sendiri). 
  • Untuk hecting, insisi, ekstraksi, bedah minor, dll dilimpahkan ke iship atau dokter umum IGD (kecuali kalau lagi ramai pasien KLL, biasanya perawatnya akan inisiatif untuk hecting pasien juga). 
  • Kalau mau minta tindakan2 mudah dan banyak, tinggal bilang ke perawatnya atau inisiatif aja sendiri.
  • RS Tipe B, jadi kasus yang ada sangat bervariasi.

Rotasi Bangsal:

  • Kadang kondusif kadang tidak, tergantung kondisi pasien2 bangsal.
  • Iship bertanggung jawab di HND Stroke (semacam HCU tapi untuk pasien stroke), kapasitasnya 6 pasien.
  • Iship juga wajib keliling bangsal memeriksa ulang pasien baru yang masuk dari IGD ke bangsal setiap shift.
  • Selain itu harus siap kalau menerima panggilan dari ruangan.
  • Dokter umum yang jaga ruangan sebagian besar responsif dan akan turun langsung ke ruangan kalau ada panggilan yang serius, tapi kalau sedang banyak pasien jelek kadang2 harus siap untuk mimpin code blue sendiri.
  • Perawat bangsal sebagian ada yang kurang tanggap dan kurang terampil untuk situasi code blue dan emergency jadi hati2 dalam memberikan instruksi.

Rata-rata jumlah pasien per hari

  • Rotasi IGD: Rata2 30-40 pasien setiap shift.
  • Kalau sedang beruntung bisa hanya 20an pasien setiap shift, kalau apes bisa sampai 50-60an pasien setiap shift.
  • Kapasitas IGD sekitar 20an bed, dan pasien2 disini entah kenapa suka datang berjamaah, kadang2 brankar sampai habis dan pasien harus menunggu di kursi roda.
  • Rotasi Bangsal: Tergantung jumlah pasien yang masuk dari IGD, dan jumlah pasien pengawasan.

Pembagian tugas dengan dokter umum

  • Iship bertanggung jawab full atas pasien yang dipegang, tapi dokter umum rata-rata aktif disini dan ga ada hilang2an. 
  • Kalau ada apa2 atau sedang bingung kita bisa konsul atau tanya2 ke dokter umumnya. 
  • Tetapi tetap ada beberapa oknum  yang suka menghilang saat jaga, kadang tidak mau periksa pasien dan sulit untuk dikonsultasikan

Dokter pendamping:

  • Pembimbing secara umum baik. Tetapi harus izin jika ingin pergi jauh atau libur selain lepas jaga.

Info tambahan: 

  • RS Yayasan Kristen, bagi iship yang muslimah tetap diperkenankan mengenakan hijab.

B. PKM Rejosari

  1. Durasi : 4 bulan
  2. Jam kerja : 
    • Senin – Kamis pk 7.00 – 14.00, 
    • Jumat 6.30 – 11.00, 
    • Sabtu 07.00-12.30
  3. Jarak sekitar 20 km dari RS, dengan motor atau mobil sekitar 20 menitan.

Deskripsi pekerjaan:

  • Shift
    1. Jaga poli MTBS 1
    2. Jaga KIA 1
    3. Jaga IGD 1
    4. UKM (posyandu lansia atau acara lain) 2
    5. Lepas post jaga 1
  • Ada jaga malam mulai pk 21.00-7.00.
  • Tugas jaga malam periksa pasien baru lapor ke dokter umum yg jaga hari itu.
  • Saat jaga bisa tidur di rumah dinas nanti ada pasien baru akan ditelpon perawatnya.
  • Setelah jaga besoknya lepas.
  • Terkadang saat belum jaga malam, iship bisa ditelpon untuk ke rawat inap memeriksa pasien.
  • Walau hari lepas, iship diwajibkan tetap standby di rumah dinas karena bila ada pertemuan atau rapat diwajibkan hadir, sehingga waktu libur jadi terganggu.
  • Selama di puskesmas kita akan punya 1 miniproject selama 1 tahun untuk seluruh kelompok internship. Jadi miniprojectnya berkesinambungan selama 1 tahun internship. 
  • Topik miniproject akan diberikan oleh pembimbing. 
  • Kita memberikan ide program dan menjalankannya. 
  • Setiap periode memiliki target masing2 sampai miniprojectnya selesai. 
  • Kami membuat miniproject mengenai ODGJ jadi kami membuat komunitas peduli ODGJ dan mengadakan program Posyandu Jiwa.
  • Selain itu, iship sering diberi tugas oleh pembimbing, yang tidak berkaitan dengan program internship, seperti membuat buku, banner, poster, dll. 
  • Tugas sering kali diberikan secara mendadak dengan deadline yang singkat. 
  • Desain2nya juga harus mengikuti kemauan pembimbing kalau ngga bakal diminta revisi terus ga selesai2.
  • Iship juga mengeluarkan biaya pribadi untuk kegiatan puskesmas, padahal puskesmas memiliki dana BOK dari pemerintah untuk pelaksanaan programnya.
  • Transportasi tidak selalu standby untuk kegiatan internship. 
  • Alangkah baiknya jika ada yang membawa kendaraan atau bisa membawa kendaraan (mungkin akan dipinjamkan ambulans atau mobil dokter pendamping). 
  • Untuk kegiatam2 UKM diluar puskes, kadang ambulancenya ga standby jadi lebih baik kalau ada yang bawa motor sendiri. Kalau ngga, bisa nebeng dengan bidan desa.
  • Ada 9 desa di wilayah PKM Rejosari, semuanya di wilayah Gunung Muria. 
  • Beberapa medannya agak ekstrim karena wilayah gunung jadi hati2 kalau belum berpengalaman bawa kendaraan sendiri.

Suasana kerja

  • Secara umum baik, ramah, saling membantu, dan menghargai.
    1. Rata-rata jumlah pasien per hari
    2. Poli mtbs 10-30
    3. Kia 10-15
    4. IGD 6
    5. Jaga malam 0 – 7
  • Pembagian tugas dengan dokter umum
    1. Dokter umum jaga poli umum. Iship jaga poli MTBS.
    2. Jaga IGD juga harus lapor dokter umum yg jaga hari itu.
    3. Setiap hari selasa pagi, iship melakukan penyuluhan dalam gedung di puskesmas.
    4. Tindakan2 sedikit, paling sering hecting. Poli KIA kadang2 bisa dapat pasang atau lepas KB implan tapi jarang sih. 
    5. Syarat 2 partus sebaiknya dicari di puskes, tinggal bilang bidan VK aja pas jaga.
  • Dokter pendamping: 
    1. Dokter  membimbing miniproject kita tetapi kita harus  inisiatif karena dokternya sering tidak di puskesmas. 
    2. Selama puskesmas tidak boleh izin ke mana pun dgn alasan apapun kecuali ijin yg diperbolehkan PIDI (melahirkan, menikah, keluarga inti meninggal, sakit berat)

C. Finansial:

  • Insentif di luar BHD : Ada,
  • insentif dari RS. Insentif dari puskesmas nihil,
  • jangan berharap walaupun banyak tugas luar. Insentif RS Rp 1000.000,00 per bulan dari RS, jadi total selama iship Rp 8000.000,00. Dipotong 750.000 tiap bulannya
  • bila memilih untuk tinggal di asrama RS (sudah termasuk biaya makan 3x sehari). Bisa diambil setiap tanggal 10 tiap bulannya
  • Ngamen tidak disarankan karena Kudus kota yang kecil jadi kalau ngamen hampir pasti ketahuan, pembimbing Puskesmas orangnya salah satu petinggi IDI dan strict soal masalah ini.

D. Fasilitas Penunjang:

  1. Rumah dinas : asrama untuk rumah sakit, rumah dinas untuk puskesmas. Tetapi rumah dinas puskesmas hanya ada 1 dan harus jenis kelamin yg sama tinggal di situ.
  2. Alternatif selain rumah dinas : Kost. Bervariasi 300ribu – 1,2 juta tergantung fasilitas

E. Kesimpulan:

  1. Direkomendasikan bagi yang siap bekerja keras.
  2. Tidak direkomendasi bagi yang ingin menumpuk libur / mencari penghasilan tambahan / mencari suasana kerja santai.

Share ke Sejawat Lain 

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on twitter
error: Content is Protected !!